Hari Raya Galungan
Permintaan Meningkat 100 Persen, Suarta Kewalahan Layani Pembeli Bunga
Jelang Galungan permintaan akan bahan-bahan untuk banten semakin meningkat.
“Ya kalau sudah menjelang Galungan, penjualan bunga bisa dua kali liat hari biasanya. Ambil contoh begini, kalau hari biasa, saya menjual lima karung, sekarang ini bisa sepuluh karung bahkan lebih,” tuturnya.
Menurutnya, peningkatan penjualan ini tidak lain karena kebutuhan bunga hingga saat Hari Raya Galungan meningkat.
“Sebelum pelaksanaan Galungan biasanya dihahului banyak upacara seperti penampan, sugian, dan upacara lainnya. Untuk melakukan upacara warga di sekitar sini biasanya membeli bunga di sini,” imbuhnya.
Ia juga mengaku tidak semua membeli bunga dengan jumlah yang banyak. Para pembeli biasanya membeli sesuai dengan kebutuhan.
"Karena di sini juga ada yang membeli untuk dijual kembali, mereka membeli dengan jumlah yang banyak. Namun kalau untuk upacara mereka membeli seikat-dua ikat saja,” katanya.
Penjual lainnya, Suarta, mengaku sempat kewalahan melayani pembeli yang ada di Pasar Mengwi. “Ya karena banyak pembeli, padahal saya sudah sejak siang sudah mulai memasarkan dagangan saya. Tetapi ya tetap habis dan banyak pembeli yang pulang tidak kebagian. Meski kebanyakan adalah pembeli pribadi, tetapi jumlahnya banyak, maka jumlah bunga yang terjual juga banyak,” ujarnya.
Ia menambahkan, jika selama beberapa hari menjelang Galungan ini, ia mampu memperoleh dua kali lipat keuntungan,. “Jika dihari biasa keuntungan kami kisarannya Rp 500 ribu, kalau dua kali lipat berarti sekitar Rp 1 jutaan lah. Tetapi itu tidak tentu tergantung pada barang yang kami sediakan. Hari ini saya menjual sekitar sepuluh karung bunga. Namun baru dua jam berjualan disini, setengahnya sudah habis,” katanya.
Meski dagangan laris, namun penjual asal Plaga ini mengatakan bunga dari petani semakin sedikit didapat. “Stok memang ada, namun akhir-akhir ini para petani semakin sedikit yang membawa bunga untuk saya bawa ke Mengwi. Menurut para petani hal ini disebabkan bunga-bunga banyak yang membusuk,” katanya. (ni ketut sudiani/edi suwiknyo)



