Sampah di Bali
KRITIK Penanganan Sampah, 22 BEM Perguruan Tinggi se-Denpasar Temui Wali Kota, Ini Isi Permintaannya
Mereka diterima Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Sebanyak 22 Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi se-Kota Denpasar diundang Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar Denpasar dalam acara bertajuk Dengar Mahasiswa di Graha Sewakadarma Kota Denpasar, Jumat (24/4).
Mereka diterima Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa.
Kegiatan ini bertujuan mendengarkan keluhan, masukan, saran hingga kritik tajam mahasiswa terhadap Pemkot Denpasar.
Seluruh peserta diberikan kesempatan luas untuk menyampaikan pendapat, kritik hingga saran untuk kemajuan Kota Denpasar.
Berbagai isu terkini turut menjadi bahan diskusi hangat dan mendalam. Mulai dari penanganan sampah, tata ruang perkotaan, banjir, kekerasan seksual hingga transparansi program pemerintah.
Baca juga: TERNYATA Siswi yang Nekat Lompat di Pasar Serangan, Pernah Melukai Diri, Kata Surprise Jadi Signal
Baca juga: FAKTA Baru Aksi Nekat Siswi SD Lompat di Pasar Serangan, Imajinasi Gim Omori, Korban Dikenal Pendiam
Silih berganti mahasiswa menyampaikan kritik dan saran, untuk berdiskusi langsung dengan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Denpasar.
Dalam kesempatan tersebut, BEM Universitas Udayana turut menyerahkan hasil penelitian sekaligus rekomendasi kepada Pemerintah Kota Denpasar.
Presiden BEM Universitas Mahasaraswati, Gede Erawan Kusuma Putra Widana menegaskan persoalan sampah di lingkungan perkotaan memang menjadi isu yang mendesak.
Namun, ia menilai bahwa perhatian tidak boleh hanya terfokus pada sampah semata, melainkan juga harus mencakup pembenahan tata kelola ruang yang hingga kini masih memerlukan perbaikan secara menyeluruh.
“Bukan hanya sampah, banyak isu perkotaan yang menjadi atensi, termasuk banjir, pelecehan seksual hingga tata ruang yang perlu diperbaiki,” ujarnya.
Ia juga menyoroti bahwa selain isu lingkungan, masih terdapat berbagai persoalan lain yang tak kalah penting untuk segera ditangani, seperti keterbukaan informasi publik.
“Transparansi menjadi kunci dalam menciptakan tata kelola yang baik, sehingga berbagai kebijakan yang diambil dapat diawasi dan dirasakan manfaatnya secara luas oleh masyarakat,” imbuhnya.
Hal senada disampaikan, Presiden BEM Univerditas Udayana, I Gusti Agung Ngurah Oka Paramahamsa (Gung Pram) menyoroti terkait penanganan sampah yang menjadi publik isu saat ini.
Di mana, pihaknya mendorong reformasi kebijakan pengelolaan sampah di lingkungan perkotaan melalui pendekatan sistemik dan transparan.
Ia menekankan pentingnya sistem informasi yang terbuka agar seluruh masyarakat dapat memantau alur pengolahan sampah secara real time.
| 8.500 Paving Block Hasil Olahan Sampah Plastik Dipasang di Taman Kota Lumintang Denpasar Bali |
|
|---|
| PETUGAS Angkut 27 Ton Per Hari, Sampah Sungai Naik 2 Kali Lipat, Dinas PUPR Denpasar Kewalahan! |
|
|---|
| IRT di Denpasar Bali Ubah Sampah Dapur Jadi Nutrisi Anggrek, Hemat Biaya Perawatan |
|
|---|
| Klungkung Bali Kenalkan Mini Pirolisis Ke Desa, Sampah Canang Diolah Jadi Briket Bernilai Ekonomi |
|
|---|
| Sampah Sungai di Denpasar Bali Melonjak, Dalam Sehari PUPR Angkut Hingga 27 Ton Sampah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Wali-kota-Denpasar-I-Gusti-Ngurah-Jaya-Negara-bersama-Wakil-Wali-Kota-Denpasar.jpg)