Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Sampah di Bali

KRITIK Penanganan Sampah, 22 BEM Perguruan Tinggi se-Denpasar Temui Wali Kota, Ini Isi Permintaannya

Mereka diterima Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa.

Tayang:
Tribun Bali/ISTIMEWA
TEMUI MAHASISWA – Wali kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat menemui perwakilan BEM se-Denpasar di Graha Sewakadarma Kota Denpasar, Jumat (24/4). 

Ketut Budarsih (42), salah seorang pedagang, mengaku sangat terbantu dengan kebijakan ini. Menurutnya, membawa pulang sampah sering kali menjadi beban karena memicu bau tak sedap dan munculnya ulat di lingkungan rumah.

“Sekarang lebih ringan. Meski harus teliti memilah, itu jauh lebih baik daripada sampah menumpuk dan berulat di rumah,” ungkapnya, Kamis (23/4).

Kepala Unit Pasar Badung, Komang Sutrisna menjelaskan, pelonggaran ini dimungkinkan karena pihaknya kini memiliki mesin pencacah organik untuk pembuatan kompos.

Selain itu, pasar juga telah bekerja sama dengan pengepul untuk menangani sampah plastik, serta memanfaatkan sistem teba modern untuk limbah buah-buahan.

Meski demikian, Sutrisna mengeluhkan adanya oknum luar yang kerap membuang sampah sembarangan di area parkir hingga tangga pasar.

“Banyak akses masuk membuat pengawasan sulit. Sering kali sampah yang menumpuk bukan dari pedagang, tapi titipan dari luar,” tegasnya.

Direktur Utama Perumda Pasar Sewakadarma, Ida Bagus Kompyang Wiranata, menekankan pelonggaran ini dilakukan dengan prinsip kehati-hatian.

Ia menyebutkan bahwa dari 16 pasar yang dikelola, baru enam pasar yang memiliki fasilitas mesin pencacah memadai. Adalah Pasar Badung, Pasar Kreneng, Pasar Kumbasari, Pasar Cokro, Pasar Anyar Sari, dan Pasar Sanglah. “Jika pasar belum siap secara fasilitas, maka aturan lama (bawa pulang sampah) tetap berlaku,” kata Gus Kowi.

Langkah mandiri ini diambil sebagai solusi jangka panjang mengingat TPA Suwung dijadwalkan akan ditutup total pada Agustus mendatang.  Perumda Pasar berupaya untuk tidak lagi bergantung pada TPA, meskipun nantinya ada kebijakan pembukaan kembali secara darurat. (sup)

Desa Sanur Pasang CCTV

Desa Sanur Kauh, Kota Denpasar melakukan antisipasi dan pemantauan untuk mencegah terjadinya pembuangan sampah liar.

Langkah yang dilakukan yakni dengan melakukan pemasangan mobile CCTV bertenaga surya. Pemasangan dilakukan di tempat yang rawan terjadinya pembuangan sampah liar dan selalu berpindah-pindah. Saat ini desa telah memiliki 4 unit CCTV. 

“Tapi bisa dipindah-pindah itu. Tidak hanya di satu titik. Di mana yang kami anggap rawan, pindah ke sana pemasangannya,” ungkap Perbekel Sanur Kauh, I Made Ada, Rabu (22/4).

Dirinya meyebut, CCTV tersebut dititip di rumah warga dan diarahkan ke titik rawan pembuangan sampah. Pemasangan CCTV ini telah dilakukan sejak 1,5 bulan lalu.

Dengan pemasangan CCTV ini, Made Ada menyebut sudah ada pembuang sampah yang terjaring. Pembuang sampah liar tersebut kemudian didatangi oleh staf desa dan diminta membuat video permintaan maaf dan berjanji tak mengulangi lagi.

“Videonya tidak kami viralkan. Kami simpan sebagai bukti. Karena kalau pemantauan manual susah, apalagi pembuangnya pakai sepeda motor,” katanya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved