Masih Proses Tender, Patung Titi Banda Ikon Baru Kota Denpasar
"Katanya di sini mau dibuat patung. Tapi ini sudah tak ada kegiatan di sini. Jadi seperti bangunan mangkrak saja".
TRIBUN BALI, DENPASAR – Agung berdiri di bangunan pondasi di persimpangan jalan IB Manra dan jalan By Pass Sanur, Denpsar, Selasa (27/5) pagi. Ia beberapa kali mengamati pagar tembok berbentuk persegi itu.
"Katanya di sini mau dibuat patung. Tapi ini sudah tak ada kegiatan di sini. Jadi seperti bangunan mangkrak saja," ujarnya.
Sudah sekitar tiga bulan ini bangunan di persimpangan menuju Ketewel ini tak jelas kelanjutannya. Tak satu pun pekerja yang terlihat di persimpangan ini.
Bangunan pondasi setinggi dua meter membentuk persegi merupakan landasan untuk ikon baru Kota Denpasar. Di sinilah bakal berdiri patung termegah di Denpasar yang menggambarkan kisah lakon Ramayana.
Informasi yang dihimpun Tribun Bali, bangunan ini bakal dikerjakan oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Denpasar. Dana yang dipersiapkan untuk membuat patung ini sebesar Rp 5,4 miliar.
“Sekarang masih dalam proses tender, nanti setelah ada pemenang akan kami umumkan,” kata pimpinan proyek dari DKP Pemkot Denpasar, Ida Bagus Eka, Selasa (27/5).
Untuk pemahat patung ini akan diserahlan kepada pihak rekanan yang memenangkan tender tersebut. “Untuk tinggi patung ini sampai ke puncak tertinggi itu 18 meter,” imbuhnya didampingi Kepala DKP Pemkot Denpasar Ketut Wisada.
Rencana awal, di persimpangan ini akan dibangun patung Kumbakarna. Namun, setelah berkoordinasi dengan DPRD Kota Denpasar, rencana itu beralih menjadi patung Titi Banda.
Proyek pembuatan patung ini mengisahkan tentang Ramayana. Dikisahkan Rama akan menjemput Shinta dari negeri Alengka. Rama didampingi pasukan kera yang berjumlah 18 prajurit yang enam diantaranya adalah panglima kera. Pasukan kera ini membantu membuat jembatan Titi Banda untuk menyeberangkan Shinta.
“Jadi konsep pembangunan patung nanti seperti itu,” jelasnya.
Semua peran dalam kisah tersebut akan dipahat menjadi patung.
Untuk menyelesaikan proyek tersebut, anggaran yang disiapkan sebesar Rp 5,4 miliar. Dana ini dialokasikan dari pos APBD Tahun 2014. Patung ini didesain dengan konsep pendekatan budaya. Proyek ini ditarget akhir tahun 2014, sudah rampung dikerjakan. Sedangkan untuk pembuatan landasan yang saat ini sudah jadi dialokasikan anggaran tahun 2013 lalu sebesar Rp 1,8 miliar.
“Kami juga berharap akan menjadi ikon baru di Kota Denpasar. Patung ini juga sebagai pelengkap Patung Caturmuka (di jalan Gajah Mada),” urainya.
Jika proyek ini terealisasi, maka patung ini akan menjadi patung yang termegah dan tertinggi di Kota Denpasar. Patung lain yang dibuat di Denpasar cenderung patung tunggal, seperti patung pahlawan dan patung-patung dewa. Tinggi patung yang ada di Denpasar saat ini juga masih di bawah 15 meter.
Pihaknya juga berharap patung ini nanti akan menjadi daya tarik wisatawan tersendiri, terlebih dengan konsep dan penataan lokasi patung dianggap sebagai penambah daya tarik di Kota Denpasar.
“Patung ini nanti akan menjadi hal yang baru di Denpasar,” paparnya.
Dari sket awal yang didapat Tribun Bali, patung ini akan dibuat persegi memanjang dengan dilengkapi rumput dibawah. Patung ini nanti juga akan dilengkapi dengan lampu serta warna putih pada patung dan dilengkapi ornamen lain dengan warna kuning. (hud)