Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Seputar Bali

Kurang dari 10 Jam, Lima Pelaku Pembakaran 2 Pria di Benoa Berhasil Diringkus Polresta Denpasar

Tim gabungan Satreskrim Polresta Denpasar, Jatanras Polda Bali, dan Unit Reskrim Polsek Pelabuhan Benoa berhasil mengungkap kasus pembakaran 2 pemuda

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Tim gabungan Satreskrim Polresta Denpasar, Jatanras Polda Bali, dan Unit Reskrim Polsek Kawasan Pelabuhan Benoa berhasil mengungkap kasus penganiayaan berat yang mengakibatkan dua orang pria tewas dibakar hidup-hidup. 

Kurang dari 10 jam setelah kejadian tragis pada Jumat 10 April 2026 dini hari tersebut, seluruh pelaku yang berjumlah lima orang telah berhasil diamankan di lokasi berbeda.

Kapolresta Denpasar, Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang, S.I.K., M.H., menyatakan bahwa pengungkapan cepat ini merupakan hasil kerja keras personel di lapangan serta dukungan informasi dari masyarakat. 

Peristiwa maut ini merenggut nyawa Egi Ramadan (30) asal Cirebon dan Dan Hisam Adnan (30) asal Semarang, yang ditemukan meninggal dunia dengan kondisi tubuh mengalami luka bakar serius di Jalan Pelabuhan Benoa No. 7 X, Pedungan, Denpasar Selatan.

Baca juga: Pemuda Tani Bali Dukung Penghentian Impor Daging Babi, Dorong Peternak Lokal Lebih Berdaya

"Kami mengamankan lima pelaku berinisial S.A, D.H, NU, D.R, dan I.S dalam waktu yang singkat setelah menerima laporan," ujar Kombes Pol. Leonardo David Simatupang dalam press release di Mapolresta Denpasar, pada Jumat 10 April 2026.

"Keberhasilan ini tidak lepas dari peran aktif Kaling dan pecalang yang segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian," imbuh dia. 

Pada kesempatan itu, Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Kompol Agus Riwayanto, S.I.K., M.H., memaparkan bahwa rentetan penangkapan dimulai pada pukul 12.45 WITA dengan meringkus pelaku NU di kawasan Pelabuhan Benoa

Pengejaran berlanjut pada pukul 13.30 WITA, di mana pelaku IS, DH, dan DR diringkus di sebuah rumah kos di Jalan Tukad Badung. 

Pelaku terakhir, SA, menyerah setelah ditangkap di Jalan Batas Dukuh Sari pada pukul 14.45 WITA.

Baca juga: Debt Collector Diduga Rampas Mobil Kliennya, Anton Berharap Polda Bali Segera Atensi Kasus Ini

JENAZAH - Petugas tengah mengevakuasi jenazah di Jalan Raya Pelabuhan Benoa pada Jumat 10 April 2026. Mereka diduga korban pengeroyokan kemudian dibakar.
JENAZAH - Petugas tengah mengevakuasi jenazah di Jalan Raya Pelabuhan Benoa pada Jumat 10 April 2026. Mereka diduga korban pengeroyokan kemudian dibakar. (Istimewa)

Baca juga: 8 Rekomendasi HP Android Rp5 Jutaan 2026, Tak Cuma Mid-Level, Tapi Kualitas Hardware Bisa Diadu

Kompol Agus mengungkapkan bahwa motif pembunuhan sadis ini dipicu oleh perselisihan. 

Kejadian bermula ketika kedua korban bersama seorang saksi bernama Budi tengah minum miras di Dermaga Pelabuhan Benoa

Dalam kondisi mabuk, korban Egi melakukan panggilan video kepada pelaku IS dan melontarkan ancaman pembunuhan karena merasa ditinggalkan saat sedang minum bersama.

"Antara korban dan pelaku IS ini sempat terjadi aksi saling tantang melalui telepon hingga akhirnya mereka sepakat untuk bertemu di depan Restoran Betuna Sirip Biru," ungkapnya. 

"Saat korban tiba di lokasi dalam kondisi pengaruh alkohol, lima pelaku yang datang menggunakan sepeda motor langsung melakukan serangan brutal," jelas Kompol Agus Riwayanto.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved