Pesawat Malaysia Airlines Jatuh
Bila Serpihan Tubuh tak Ditemukan, Kami Minta Abu Pesawat Itu
Saya ini hanya orang kampung yang tidak mengerti apa-apa
Penulis: Lugas Wicaksono | Editor: Rizki Laelani
Laporan Wartawan Tribun Bali, Lugas Wicaksono
TRIBUN-BALI.COM - Terkait pemulangan jenazah Jana, sejauh ini pihak keluarga masih belum mendapatkan informasi.
Kinastra mengaku justru diminta ke Malaysia untuk menjalani tes DNA. Namun, ia tidak bisa pergi ke Negeri Jiran.
Saat ini pihak keluarga sedang melakukan serangkaian upacara Nebus, pemanggilan arwah.
"Pakaian Wayan kami upacarai supaya dia bisa hadir di sini dan dia juga bisa tenang di sana. Kami di sini akan selalu mendoakan dia," ujarnya.
Kinastra masih berharap jenazah anaknya bisa segera dipulangkan meski dengan kondisi tidak utuh lagi.
Ia berharap pihak pemerintah, khususnya dari Kementrian Luar Negeri (Kemenlu) dapat membantu pemulangan korban.
Secara ekonomi Kinastra menyatakan tidak mampu mengurusi segala keperluan pemulangan anaknya.
Kinastra hanya bekerja sebagai petani garam dengan penghasilan rata-rata Rp 40 ribu per hari.
Sedangkan istrinya, Wayan Sukri sehari-hari bekerja sebagai pedagang sayur keliling dengan penghasilan Rp 20 ribu per hari.
"Saya ini hanya orang kampung yang tidak mengerti apa-apa. Biaya untuk pemulangan saya sama sekali juga tidak punya. Semoga Kemenlu bisa bantu. Informasinya Senin (besok) Kemenlu mau ke sini," kata Kinastra di sela-sela upacara Nebus di rumahnya.
Kinastra sangat berharap jenazah Jana bisa segera dipulangkan. "Meski sudah rapuh, abunya saja tidak apa-apa. Biar bisa diaben di sini," ujarnya.
"Kalau serpihan tubuhnya memang tidak bisa ditemukan, kami meminta kepada Malaysia Airlines untuk membawa abu dari pesawat itu."
Pesawat MH17 jatuh di kawasan Donetsk, Ukraina sekitar 50 kilometer di timur Rusia, Kamis lalu.
Boeing 777 itu meledak di udara setelah dirudal oleh kelompok gerilyawan Pro-Rusia. Maskapai pelat merah negeri jiran itu mengangkut 295 penumpang termasuk awak pesawat.