Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Banjar to Banjar

Peran Kelian, Pekerjaan Berat yang tak Ada Hasilnya

I Made Subawa Kelian Banjar Pande, Desa Abiansemal, Kecamatan Abiansema, Badung.

Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: imam hidayat

Kelian dinas dan adat adalah pekerjaan layaknya nyuwun bebek muani (mengangkat bebek laki-laki). I Made Subawa menyayangkan pemerintah telah menciptakan suasana tidak enak pada dua kelian ini

Nyuwun bebek muani atau diartikan sebagai beban berat namun tidak ada hasil. Itulah istilah yang dibuat dalang kawakan asal Belayu, I Made Nardayana untuk menggambarkan profesi seorang kelian. Ujaran tersebut juga dibenarkan oleh Kelian Dinas Banjar Pande, I Made Subawa.

"Kalau tidak berpikir bahwa menjadi kelian adalah mengabdi pada Ida Sanghyang Widhi, saya pasti tidak mau jadi kelian. Sebab bebannya besar. Sementara hasil dalam bentuk materialnya tidak ada," ujar pria lulusan Institut Hindu Darma Indonesia itu, Jumat (15/8).

Kepada Tribun Bali Subawa mengatakan ia menjabat sebagai kelian  sejak 2006. Sebelum menjabat, ia sudah belasan kali diminta warganya untuk menjadi kelian. Namun selalu menolak.

"Dulu selalu menolak jadi kelian. Sebab kelian itu sifatnya sosial. Sementara perekonomian keluarga masih terseok-seok dan anak-anak pun masih kacil. Tapi, karena terus dipaksa. Jadi malu. Akhirnya saya mau," ujar kelian dua periode itu.

Dua tahun menjabat sebagai kelian adat, Subawa dicalonkan warganya menjadi Perbekel Desa Abiansemal. "Menjadi perbekel memang gajinya lebih tinggi dari kelian. Namun saat itu saya tolak. Sebab, sebelum benar-benar bisa memajukan banjar, tidak mau mengambil tugas lain lagi," ungkapnya.

Saat ini Subawa sudah menjadi kelian dua periode. Banyak infrastruktur banjar yang sudah dibangun dan direnovasi. Di antaranya, akses jalan banjar, Pura Ulun Banjar dan masih banyak lagi.

Subawa mengatakan, kemajuan banjarnya tidak terlepas dari peran kelian adat. Sebab mereka saling bersinergi. Namun ia menyayangkan pemerintah telah menciptakan suasana tidak baik antara kelian dinas dan adat.

"Saya sedih mendengar wacana bakal dihapusnya dinas atau adat. Itu hal yang seharusnya tidak boleh terjadi. Sebab keduanya saling memegang peran penting di banjar," ujarnya.

(i wayan eri gunarta)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved