Kolom KA7
Memahami Minimnya Putra Bali di Skuat Bali United
Meski minim putra Bali, saya yakin Semeton Dewata akan tetap memberikan dukungan besar kepada Bali United.
Namun Semeton Bali tentu bisa memahami kondisi ini. Manajemen dan pelatih sudah membuka peluang seluas-seluasnya kepada pemain Bali, tetapi harus diakui ada tahapan yang harus mereka lalui. Untuk berlaga di level ISL, seorang pemain dituntut memiliki kondisi kesehatan yang baik dan kualitas mumpuni.
Ketika dua syarat tersebut terpenuhi, pemain dan manajemen harus menemukan kesepakatan terkait nilai kontrak. Dan kita harus menghormati keputusan manajemen dan pemain ketika pada akhirnya tidak tercapai kesepakatan.
Semeton Bali juga bisa memahami minimnya pemain Bali yang bakal memperkuat Bali United tak lepas juga dengan mepetnya waktu untuk merekrut pemain-pemain Bali yang tampil di klub-klub ISL.
Saat Bali United hadir di Bali, pemain-pemain seperti Ngurah Nanak, Gangga Mudana, Putu Gede Juni Antara, Gede Sukadana, Made Wardana, atau Made Wirawan sudah mengikat kontrak dengan klub lamanya atau klub baru.
Meski minim putra Bali, saya yakin Semeton Dewata akan tetap memberikan dukungan besar kepada Bali United. Kerinduan yang besar akan tontonan langsung atau siaran lewat radio, bisa mengubur ego primodial. Apalagi sekarang sepakbola dikelola profesional.
Siapa pun pemainnya, yang penting bisa menghibur dan memberi kemenangan bagi pendukungnya. Apalagi kalau bisa mempersembahkan gelar juara. Itulah yang utama!
*) Komang Agus Ruspawan (Wartawan Tribun Bali)