Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Golkar Bali Pecah

Anggota Fraksi Golkar DPRD Bali Gabung Kubu Demer

Pengurus inti Golkar Bali kubu Demer banyak diisi oleh jebolan dari barisan Sudikerta.

Penulis: Robison Gamar | Editor: Bambang Wiyono

Laporan Wartawan Tribun Bali: Robinson Gamar

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kepengurusan Golkar Bali kubu Aburizal Bakrie (Ical) di bawah komando Ketua DPD I Ketut Sudikerta mulai dikempesi.

Sejumlah pengurus inti di DPD II merapat ke barisan Agung Laksono di bawah komando Plt Ketua Golkar Bali Gede Sumarjaya Linggih (Demer). Bahkan, anggota DPRD Bali dari Fraksi Golkar pun ikut gabung ke kubu Demer.

Hingga Senin (26/1) malam, tinggal Denpasar, Badung, dan Tabanan yang belum memiliki susunan pengurus karena Demer masih melakukan finalisasi. Sedangkan enam daerah lainnya, pengurus inti sudah terisi yang kebanyakan diisi jebolan pengurus Golkar kubu Sudikerta.

Yang menarik adalah pertarungan kepengurusan di Buleleng. Demer menunjuk anggota Fraksi Golkar DPRD Bali Dapil Buleleng, IGK Ketut Kresna Budi menjadi Plt ketua DPD II Golkar Buleleng.

Sementara di kubu Sudikerta, saat ini Golkar Buleleng dipimpin Nyoman Sugawa Kori yang juga anggota DPRD Bali Dapil Buleleng.

Senin (26/01/2015) malam, Kresna Budi bersama rombongan dari Buleleng merapat ke rumah Demer di Jalan Jayagiri Denpasar melakukan konsolidasi kepengurusan.

Dalam tiga hari terakhir, Demer memang melakukan konsolidasi pembentukan kepengurusan di rumahnya. Konsolidasi digelar mulai pagai hingga malam hari, dilakukan bersama Plt Sekretaris Golkar Bali Dewa Made Widiyasa Nida.

Ditemui Tribun Bali di sela-sela pertemuan di rumah Demer, Kresna Budi mengaku siap dengan segala risiko atas keputusannya menjadi Plt Ketua DPD II Golkar Buleleng kubu Demer.

“Saya siap dengan segala risiko atas keputusan yang saya ambil. Kalau benar kenapa harus takut,” tegas Kresna Budi, Senin (26/01/2015) malam.

Pertimbangan Kresna Budi merapat ke kubu Demer, karena menilai ada sejumlah ketimpangan di DPD I pimpinan Sudikerta. Termasuk pemecatan terhadap Dewa Nida dari Ketua Golkar Klungkung hanya gara-gara menghadiri Munas Ancol yang digelar kubu Agung Laksono.

Kresna Budi menilai, rapat pleno pemecatan tersebut menyalahi aturan main partai karena tidak dihadiri Sudikerta sebagai Ketua DPD I. Ketika itu Sudikerta yang juga Wagub Bali sedang berada di Jakarta.

“Bagaimana mungkin ada tanda tangan Ketut Sudikerta sementara saat itu beliau ada di Jakarta,” kata Kresna Budi.

Kresna Budi menyebut ketidakberesan lainnya, yakni digusurnya Ketut Suwandi dari calon wakil ketua DPDR Bali. Padahal dalam rapat pleno, Suwandi yang ditunjuk jadi wakil ketua DPRD Bali mewakili Golkar. Tapi hasil pleno itu diabaikan, kemudian menunjuk Nyoman Sugawa Kori sebagai wakil ketua DPRD Bali.

“Mungkin sekarang saatnya saya harus buka - bukaan soal kondisi yang terjadi selama ini,” kata Kresna Budi.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved