Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Gedung Baru Lapas Kerobokan

Aturan Baru Lapas Kerobokan, Prianti Besuk Suami Dari Balik Jeruji

Pembangunan gedung baru itu hanya berpikir pada kejadian tahun 2012. Ada faktor ketakutan supaya tidak terjadi kerusuhan lagi.

Penulis: Eviera Paramita Sandi | Editor: imam hidayat

TRIBUN-BALI.com, DENPASAR - Perubahan peraturan kunjungan di Lapas Kerobokan Denpasar sempat membuat Prianti enggan membawa anaknya yang masih kecil ketika mengunjungi suaminya. Pasalnya pada hari-hari tertentu, ada perbedaan tempat dan cara berkunjung di Lapas.

Perbedaan itu ada pada hari Senin, Rabu, Jumat, besukan keluarga di gedung lama. Sedang hari Selasa dan Kamis besukan di gedung baru. Pada besukan keluarga, pengunjung diberikan fasilitas ruang besuk seperti biasa. Yakni di ruangan sambil lesehan dengan alas karpet. Jumlah pengunjung juga bisa sampai empat orang pembesuk.

Sedangkan pada besukan di gedung baru, hanya dibatasi dua orang. Selain itu antara napi dan pengunjung tidak bisa langsung bertemu karena dipisahkan oleh sekat jeruji. Pengunjung dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) juga hanya bisa berbincang sambil berdiri.

"Saya lebih suka besuk di jadwal keluarga, apalagi saya kan bawa anak kecil, kasihan kalau lihat bapaknya di jeruji," ujar Prianti yang ditemui saat hendak menitipkan makanan ke dalam Lapas Kerobokan, Minggu (1/3).

Perempuan yang tinggal di Jalan Pulau Batanta Denpasar ini menuturkan, apabila ia berkunjung saat jadwal besukan di gedung baru, ia harus berdiri lama. Ada sebuah meja di depan pembesuk yang tingginya setinggi meja resepsionis di lapas. Sehingga bila lelah, ia tidak bisa lama mengunjungi suaminya yang napi kasus narkoba dan menghuni lapas selama kurang lebih dua tahun.

"Tapi di sini (gedung baru, red) lebih bagus dan bersih. Lebih nyaman juga daripada yang di Tabanan," cetusnya.

Namun menurut Prianti, apapun keadaannya ia sudah bersyukur bisa bertemu dan membawakan makanan untuk suaminya. "Saya sih bersyukur saja bisa bertemu sudah cukup, mau gimana lagi namanya suami salah. Tapi kalau yang pacaran mungkin jadi sulit," ujar Prianti sambil tertawa.

Saat ini Lapas Kerobokan Denpasar sudah menetapkan peraturan baru. Selebaran peraturan pun banyak ditempelkan di dinding-dinding luar lapas. Peraturan tersebut antara lain berisi tata tertib melakukan kunjungan di dalam lapas dan jadwal kunjungan.

Hari Senin, Rabu dan Jumat adalah jadwal besukan keluarga. Sedangkan Selasa dan Kamis adalah jadwal kunjungan di gedung baru. Jam berkunjung diberlakukan dua kali yakni pada sesi I, pukul 09.00 sampai 12.00 Wita. Sedangkan sesi II mulai pukul 13.00 sampai 15.00 Wita.

Sedangkan pada libur nasional atau libur fakultatif kunjungan hanya diberlakukan satu kali yakni pukul 09.00 Wita sampai pukul 12.00 Wita dengan lama waktu kunjungan 30 menit.

Menurut Kalapas Kerobokan Denpasar, Sudjonggo, perbedaan sistem kunjungan dan bangunan di gedung baru Lapas Kerobokan semata-mata karena mempertimbangkan keamanan. Karena seperti diketahui, pada tahun 2012 terjadi kerusuhan besar di dalam Lapas yang menyebabkan gedung rusak.

"Pembangunan gedung baru itu hanya berpikir pada kejadian tahun 2012. Ada faktor ketakutan supaya tidak terjadi kerusuhan lagi," ujarnya.

Akibat itulah ruang kunjungan diberikan sekat terali besi seperti tahanan. Namun Sudjonggo menambahkan bahwa sistem tersebut masih akan terus dikaji dan dievaluasi. Oleh karena itu, sekaligus untuk sosialiasi kepada napi dan pengunjung, baik bangunan lama maupun bangunan baru masih digunakan secara bergantian. (vir)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved