Inline Skate Olahraga yang Tak Membosankan
KOMUNITAS ini mengusung slogan fun and healthy, dan melakukan rutinitasnya (Main Lepaturoda) setiap Minggu pagi saat car free day di Renon, Bali
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Laporan Wartawan Tribun Bali, AA Seri Kusniarti
Jika ingin olahraga tanpa merasakan bosan, mungkin bisa bergabung dengan Komunitas Bali Inline Skate (BIS). BIS tempat berkumpulnya pecinta dan pengguna sepatu roda.
KOMUNITAS ini mengusung slogan fun and healthy, dan melakukan rutinitasnya (Main Lepaturoda) setiap Minggu pagi saat car free day di Renon, khususnya jalanan depan Monumen Bajra Sandhi, Denpasar, Bali.
Nando Luvmi Suharta adalah satu di antara anggota Bali Inline Skate (BIS) Bali, yang sudah bergabung sejak Januari 2014. Siswa SMAN 1 Denpasar ini, sangat menyukai permainan sepatu roda sekalian berolahraga yang tidak membosankan.
Gaya freestyle pun kerap dicobanya, sembari menaiki pipa dan tanjakan trotoar di jalanan Renon. Pria berusia 18 tahun ini mengaku, sangat enjoy menjalaninya walau belum ada target yang serius terhadap olahraga ini ke depannya.
“Mungkin mau latihan-latihan aja dulu, ya biar lebih matang, terus bisa ikutan kejuaraan nasional deh,” tutur pria berwajah oriental ini, Jumat (6/3/2015).
Ada kisah unik yang dialami Nando, sapaan akrabnya, saat mengikuti ajang lomba sepatu roda dalam event Yamaha di Diponegoro sekitar bulan Mei lalu.
“Waktu itu mainnya nggak terlalu lancar, latihan juga jarang, sepatu yang aku punya juga belum bisa buat ngetrick, nah pas hari H minjam sepatu teman, jadinya uda yakin gak bakal menang,” tuturnya.
Awalnya, ia hanya berniat sekedar ikut saja, karena merasa kemampuan belum memadai dan lawannya juga cukup hebat bermain sepatu roda. Namun, tak dinyana ternyata saat pengumuman ia mendapatkan juara satu dan mendapatkan sepatu roda baru serta hadiah lainnya.
“Sejak saat itu aku lebih percaya diri buat latihan dan mengikuti lomba sepatu roda,” ucapnya.
Beda lagi dengan Haris Setia Budi, rekan satu komunitas BIS. Pria berusia 26 tahun ini mengatakan, selain olahraga, komunitas ini juga ditujukan sebagai ajang sosialisasi dan menyalurkan bakat dalam olahraga sepatu roda untuk mengikuti ajang nasional maupun internasional dalam kejuaraan sepatu roda.
Ia pun berharap dengan komunitas BIS yang terbentuk pada 6 Juni 2009 ini, bisa menjadi wadah kaula muda, khususnya di Bali untuk melakukan kegiatan positif dan menghindari tren anak muda yang kurang baik seperti mabuk, judi, balap motor liar, narkoba bahkan pergaulan bebas yang mengakibatkan HIV/AIDS.
“Target ke depan, semoga komunitas BIS ini bisa dikenalkan di sekolah sebagai ekstra kurikuler sepatu roda, dan kami akan menyelenggarakan ulang tahun berdirinya BIS pada Juni ini,” tutur pegawai swasta ini.
Bahkan Aris sapaan akrabnya, juga menyediakan rental dan instruktur jika ada yang berminat belajar sepatu roda.
Minggu pagi, saat car free day di kawasan Renon, komunitas Bali Inline Skate (BIS) ini akan terlihat di antara orang yang berolahraga, baik itu lari, skateboard, bersepeda di jalanan tepat depan Monumen Bajra Sandhi, Renon, Denpasar.
Mereka melakukan latihan setiap hari Minggu pukul 07.00-10.00 Wita. Mereka masih menerapkan sistem nomaden, terkadang weekend di Tabanan saat car free day night tiap Sabtu malam, atau di Centro Mall, Kuta. (*)