Pura Agung Jagat Natha Termegah di Kalimantan
Momen Hari Pendidikan Nasional juga dinilai tepat, mengingat, hari Saraswati adalah hari turunnya ilmu pengetahuan.
TRIBUN-BALI.COM, BANJARMASIN - Ketua Panitia Renovasi Pura Agung Jagat Natha, I Made Bagia, menjelaskan kondisi Pura Agung Jagat Natha, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada tahun 1978 masih seadanya.
Pada tahun 1983 pura tersebut dibangun sesuai kondisi di Bali.
Namun kondisi fondasi kurang kokoh dan banyak tembok yang rusak.
Pada 2008, lanjut Made, tokoh-tokoh agama Hindu memikirkan pembangunan pura yang representatif dan ingin pura berfungsi seperti konsep di Bali.
Proposal dilayangkan ke Gubernur Kalsel, perusahaan swasta, BUMN dan pihak terkait lainnya.
Batu-batu pun didatangkan langsung dari Bali sehingga biaya pengirimannya sangat tinggi.
"Pembangunan pura ini menelan dana Rp 4,5 M sebagian dana hibah dari Gubernur Kalsel dan Pemprov Bali," ucap Made, Sabtu (2/5/2015) petang.

Berada di lahan 900 meter persegi, bangunan pura ini seakan mengingatkan orang akan Pura di Besakih, Bali.
Miniatur pura terkenal di Pulau Dewata tersebut hadir bagi umat Hindu dan masyarakat umum.
I Made Bagia, selaku ketua panitia pelaksana tak menampik inspirasi dari Pura Besakih untuk bangunan Pura Agung Jagat Natha di Banjarmasin.
"Untuk itulah kami dari panitia mendatangkan pemahat langsung dari Bali. Dan bersyukur target kami bisa diresmikan 2 Mei ini," jelas Bagia.
Target dipatok bukan tanpa alasan.
Pertimbangannya ada tiga momen penting pada tanggal tersebut.
Pertama Hari Pendidikan Nasional, kedua ulang tahun pura dan ketiga pada tanggal itu pula bersama dengan Hari Saraswati.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/persemian-pura-agung-jagat-natha-banjarmasin2_20150503_001738.jpg)