EKSEKUSI MATI DUO BALI NINE

Pemuda Indonesia di Australia Diancam Disiram Air Keras Terkait Bali Nine

Kepolisian Sydney juga telah melakukan langkah-langkah pengamanan dengan melakukan patroli di sekitar kantor KJRI dan kawasan Kensington.

Pemuda Indonesia di Australia Diancam Disiram Air Keras Terkait Bali Nine
kompas.com
Dua terpidana mati kasus narkotika kelompok Bali Nine yaitu Myuran Sukumaran (kiri) dan Andrew Chan usai proses pengadilan di Bali, 14 Februari 2006. 

TRIBUN-BALI.COM, SYDNEY - Kantor Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Sydney, NSW, Selasa (19/5/2015) sore waktu setempat menerima sebuah surat kaleng berisi ancaman upaya balas dendam terhadap warga Indonesia karena telah mengeksekusi 2 terpidana mati narkoba asal Australia, Myuran Sukumaran dan Andrew Chan.

Surat tanpa alamat pengirim yang diterima staf KJRI Sydney berisi pernyataan sebagai berikut : ”Negara Anda telah membunuh Myuran Sukumaran dan Andrew Chan dengan cara barbar. Jadi sekarang 3 orang pemuda Indonesia yang tinggal di komplek Kensington masing-masing akan menerima siraman satu cangkir air keras di wajahnya dan kita akan lihat bagaimana keluarga mereka (perasaannya, red) seperti memiliki mayat hidup.

Salah satu sumber di KJRI Sydney menyebutkan karena ancaman di dalam surat kaleng itu sangat spesifik ditujukan kepada warga Indonesia, maka pihak KJRI langsung melaporkan surat kaleng ini ke kepolisian setempat.

(Baca Juga: 'Boikot Bali' Jadi Topik Ramai Usai Eksekusi Duo Bali Nine)

“Kami biasa menerima surat kaleng bernada protes kepada pemerintah Indonesia, tapi karena surat kaleng yang satu ini berisi ancaman yang ditujukan langsung kepada warga Indonesia Indonesia, apalagi bentuk ancamannya juga sangat spesifik, maka kita langsung melaporkan ini ke Kepolisian Sydney,” kata sumber tersebut.

(Baca Juga: Pasca Eksekusi Mati Duo Bali Nine, Ini Dampaknya Bagi Bali)

Dikatakannya, Kepolisian Sydney merespon cepat laporan ini dan langsung memeriksa dan menyelidiki surat kaleng tersebut.

Kepolisian Sydney juga telah melakukan langkah-langkah pengamanan dengan melakukan patroli di sekitar kantor KJRI dan kawasan Kensington yang memang banyak terdapat komunitas warga Indonesia.

(Baca Juga: Ini Tanggapan Asita Pasca Eksekusi Mati Duo Bali Nine)

Menindaklanjuti ancaman ini, KJRI Sydney juga akan segera menerbitkan imbauan bagi warga Indonesia di Sydney. Mereka diminta untuk waspada dan berhati-hati terkait dan melaporkan jika menerima ancaman dan hal-hal yang mencurigakan lainnya.

“Kami meminta warga untuk melakukan koordinasi dengan sesama warga Indonesia lainnya di Sydney, tetap waspada dan berhati-hati,”

“Tapi kami minta warga juga untuk tetap tenang, jangan panik, jangan cemas dan melakukan aktifitas seperti biasa,”

Masih menurut sumber di KJRI tersebut, sebelum pelaksanaan eksekusi mati terhadap otak sindikat penyelundup narkoba Bali Nine, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, KJRI Sydney memang banyak menerima surat kaleng berisi protes atas keputusan eksekusi mati bagi Duo Bali Nine tersebut, meski jumlahnya memang tidak sebanyak surat protes yang ditujukan ke KJRI di Canberra atau Melbourne.

“Kami hanya menerima belasan surat kaleng berisi protes saja.”

Tapi menurutnya surat kaleng semacam itu jumlahnya semakin berkurang bahkan sepekan terakhir sudah tidak lagi mereka terima pasca jenazah Duo Bali Nine tersebut dimakamkan tanggal 8 dan 9 Mei lalu di Sydney. (ABC Radio Australia)

Editor: Kander Turnip
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved