Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Tragedi Angeline

Kejanggalan-kejanggalan Kasus Angeline Sejak Penemuan Bercak Darah

Kejanggalan-kejanggalan kasus Angeline semenjak terkuaknya penemuan darah di kamar tersangka Agus dan Margriet, ibu angkatnya.

Editor: Uploader bali
Tribun Bali

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Tim Laboratorium Forensik Mabes Polri telah menemukan bercak darah di dalam kamar Margriet Chistina Megawe (50), ibu angkat Angeline.

Darah yang ditemukan adalah dari satu orang yang sama.

(BERITA TERKAIT: Fakta Mengejutkan Pembunuhan Angeline, Agus Tai Dijanjikan Rp 2 Miliar)

Penemuan ini dibenarkan oleh Naomi, Tim Reaksi Cepat Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak.

"Saya kemarin turun ke lapangan langsung, bersama dengan Tim Labfor Mabes Polri. Informasi yang kemarin saya dapatkan seperti itu. Ada bercak darah dari orang yang sama di kamar si tersangka Agustinus dan di kamar ibu angkat Angeline, Margriet," ujarnya kepada Tribun Bali, Jumat (12/6/2015).

Tak hanya Naomi, penemuan bercak darah dibenarkan oleh Kapolda Bali, Irjen Ronny F Sompie.

Ia mengaku pihaknya sudah mengetahui soal penemuan bercak darah di kamar ibu angkat Angeline, Margriet.

(BERITA TERKAIT: 'Iya', Agus Tai Rencana Dibayar Rp 2 Miliar pada 25 Juni Ini)

Polda Bali lalu menyerahkan darah tersebut ke Tim Forensik untuk mengecek apakah darah itu darah manusia atau bukan.

Semenjak ini mencuat, banyak orang yang bereaksi dan menyatakan jika ada kejanggalan dari kasus kematian Angeline.

Mereka yang merasa janggal di antaranya Komnas Perlindungan Anak, kuasa hukum Agustinus Tai Hamdamai, Haposan Sihombing, dan lainnya.

Berikut, Tribun Bali merangkum kejanggalan berdasarkan tiap versi mereka:

Versi Komnas Perlindungan Anak:

  1. Keluarga tidak langsung lapor polisi pada hari pertama hilang. Hanya buat pengumuman di laman Facebook berjudul "Find Angeline-Bali's Missing Child".
  2. Angeline disebut hilang pukul 15.00 Wita. Hasil investigasi, tetangga rumah yakin Angeline tidak diculik. Karena, pagar rumah terkunci.
  3. Keluarga selalu menghalangi investigasi di rumah.
  4. Keterangan guru dan tetangga, sering melihat bocah itu dalam keadaan lusuh dan bau. Keluarga menolak kedatangan Menteri Yuddy Chrisnandi dan Menteri Yohana Yembise.
  5. Rumah Angeline tak layak huni.
  6. Kasur kamar tidur Margriet tidak dibalut seprai dan tercium bau anyir di kamar itu.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved