Tragedi Angeline
Kejanggalan-kejanggalan Kasus Angeline Sejak Penemuan Bercak Darah
Kejanggalan-kejanggalan kasus Angeline semenjak terkuaknya penemuan darah di kamar tersangka Agus dan Margriet, ibu angkatnya.
Editor:
Uploader bali
Tribun Bali
Versi Haposan Sihombing, kuasa hukum Agustinus Tai Hamdamai
- Sejak pelaku mulai melancarkan aksinya pada 16 Mei 2015 pukul 13.00 Wita di kamar, Angeline beberapa kali berteriak memanggil mamanya. Saat itu Margriet sedang berada di kamarnya.
- Angeline sudah tak ada sejak pukul 1 siang, tapi Margriet baru lapor secara resmi malam hari.
- Agus mengaku mengubur jenazah Angeline pukul 20.00 Wita. Artinya, jenazah Angeline masih ada di dalam kamar tersangka sejak awal kejadian.
- Agus baru bekerja di rumah Margriet sekitar sepekan. Namun, dia sudah berani melakukan perbuatan tidak manusiawi pada bocah kecil itu.
- Dalam BAP disebutkan Margriet mengaku masih melihat Angeline bermain pada siang hari sebelum pukul 15.00 Wita, sementara pengakuan Agus, Angeline sudah berada di kamarnya sejak pukul 13.00 Wita.

Hamidah, ibu kandung Angeline tiba di Instalasi Forensik RSUP Sanglah, disambut oleh Arist Merdeka Sirait, Ketua Komnas Perlindungan Anak, Jumat (12/6/2015). (Tribun Bali/Cisilia Agustina S)
Versi Lain:
- 2 Pemeriksaan awal polisi tak menemukan adanya gundukan tanah di lokasi penemuan jasad Angeline.
- Margriet menghalang-halangi polisi untuk memeriksa freezer berukuran besar di lokasi.
- Polisi lakukan penjagaan 24 jam penuh.
- Kedatangan menteri ditolak Margriet. (*)
Info ter-UPDATE tentang ANGELINE, dapat Anda pantau melalui:
Like fanpage >>> https://www.facebook.com/tribunbali
Follow >>> https://twitter.com/Tribun_Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/rip-angeline2_20150613_095151.jpg)