Bali Paradise
Melihat 'Surga' di Puncak Gunung Agung, Seperti Ini Jalur Pendakiannya
Gunung Agung merupakan gunung tertinggi di Bali, tidak pernah dilewatkan oleh para pendaki ketika memutuskan datang ke Bali.
Penulis: Gunawan | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Memang masih belum ada angkutan umum dair Denpasar ke Karangasem.
Para pendaki harus membawa kendaraan pribadi.
Jalanan menuju titik pos pemberangkatan pun juga termasuk sangat menanjak.
Untuk sepeda motor perlu waspada, beberapa titik jalan berkelok dan menanjak yang menyebabkan motor tidak kuat berjalan jika berboncengan.
Sesampai di parkiran Pura Pasar Agung, pendaki terlebih dahulu menuju pos guide.
Pendakian Gunung Agung diwajibkan menggunakan bantuan guide.
Alasannya adalah untuk meminimalisir musibah seperti tersesat ataupun meninggal di gunung. Karena jika ada kecelakaan yang menyebabkan pendaki meninggal, akan dilaksanakan upacara penyucian yang menelan biaya cukup besar.
Tercatat, terakhir korban meninggal pada tahun 2008.
Ada tiga korban dinyatakan meninggal, dengan dua orang lainnya belum ditemukan keberadaannya hingga kini.
Para guide dari Persatuan Wisata Alam Gunung Agung, yakni persatuan guide dari desa setempat akan bersiap menungu para pendaki.
Untuk satu guide biayanya Rp 400 ribu (Juni 2015). Seorang guide akan memandu satu kelompok, dengan maksimal delapan orang.

Pemandangan awan putih dilihat dari puncak Gunung Agung
Perjalanan di jalur ini, menurut para guide, memang direkomendasikan untuk berangkat tengah malam.
Beberapa alasannya yakni, pertama, di jalur ini tidak memiliki lahan yang bagus untuk membuat tenda.
Jika memang terpaksa berangkat siang, untuk mempersiapkan tenaga agar tidak terforsir, tercatat ada tiga titik yang bisa dipakai untuk mendirikan tenda.
Itupun hanya muat maksimal dua tenda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/para-pendaki-selfie-di-atas-gunung-agung_20150629_173325.jpg)