Insentif untuk Kader Posyandu Sudah Diberikan, Namun
Pos Pelayanan Terpadu(Posyandu) yang biasanya diselenggarakan di lingkungan terkecil seperti banjar/dusun, pada umumnya memiliki peran strategis bag
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: gunawan
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pos Pelayanan Terpadu(Posyandu) yang biasanya diselenggarakan di lingkungan terkecil seperti banjar/dusun, pada umumnya memiliki peran strategis bagi kesehatan.
Kegiatan posyandu berfungsi untuk menemukan gambaran akan beberapa kasus kesehatan ibu dan bayi/balita di tiap banjar terkait dengan masalah gizi buruk maupun masalah kesehatan ibu yang berhubungan dengan kehamilannya.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali, terdapat setidaknya 4791 Posyandu yang tersebar di 9 Kabupaten/Kota di Bali.
"Dari jumlah itu semua, kurang lebih posyandu yang sudah aktif mencapai 86%. Sisanya masih belum aktif," terang Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr I Ketut Suarjaya, Rabu (1/7/2015).
Terpisah, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Bali, I Wayan Widia, SKM, MKes memaparkan beberapa permasalahan yang menyebabkan kurang optimalnya kinerja dari kader Posyandu salah satunya adalah tidak semua kader menerima insentif.
“Pemberian intensif kepada kader dan pemberian alat-alat timbang ke 700 Posyandu sudah pernah kita lakukan untuk revitalisasi Posyandu. Namun, Posyandu sebagai upaya kesehatan berbasis masyarakat, tentu pihak desa sebagai penyelenggaranya dan masyarakat perlu lebih aktif lagi," terangnya.(*)