Citizen Journalism

Menjaga Ikan Hias dengan Transplantasi Terumbu Karang

Penulis: Bagus Padmaningrat, Mahasiswa Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Udayana

Menjaga Ikan Hias dengan Transplantasi Terumbu Karang
istimewa

TRIBUN-BALI.COM, Beberapa hari lalu, tim divisi Adopsi Coral Earth Hour Denpasar melakukan aksi Birukan Laut dengan transplantasi karang bersama Kementrian Lingkungan Hidup BEM PM Unud di Pantai Serangan, Denpasar. Kami dari tim Adopsi Coral selain melakukan transplantasi koral dalam lingkup komunitas, juga mewadahi masyarakat untuk bergabung dalam kegiatan rutin kami.

Seperti yang kita ketahui, transplantasi karang itu merupakan proses pelestarian ekosistem terumbu karang. Dimana ketika kita melihat dan berkaca manfaatnya bagi alam tentu sangat banyak, salah satunya adalah mempercepat regenerasi bagi terumbu karang yang ada di sana.

Selain itu, transplantasi karang dapat membentuk terumbu karang baru di suatu daerah perairan pesisir yang dulunya tidak ada menjadi ada. Dengan istilah lain boleh kita bilang memperluas area dari terumbu karang itu sendiri yang akan berdampak secara kompleks bagi kehidupan biota-biota yang ada di sana. Khususnya, ikan-ikan hias yang banyak hidup di sekitaran terumbu karang.

Selain kepada alam, kita tidak lupa juga melihat manfaatnya untuk manusia. Sebelum berbicara manfaat kepada manusia, kita lihat dulu manfaat secara umum dari transplantasi karang itu yaitu sebagai proses pemulihan karang yang sudah mati atau regenerasi. Nah dampaknya bagi manusia apa?

Transplantasi karang ini bisa menjadi wadah berwirausaha bagi masyarakat yang ada di wilayah pesisir. Di antaranya sebagai objek wisata yang menyejukan rohani, bukan hanya jasmani. Menjadikan objek wisata bagi daerah transplantasi karang dimana kita ketahui bahwa daerah yang banyak karangnya pasti banyak ikan hias yang bisa menyejukkan mata dan menyegarkan jiwa.

Nah, ini bisa juga menghasilkan suatu feedback finansial bagi masyarakat sekitar. Tapi perlu diingat, pemanfaatan ini tidak lupa memperhatikan nilai-nilai aturan sadar wisata dan ekowisata. Selain itu, kegiatan transplantasii karang ini juga bisa menyadarkan kita sebagai masyarakat luas dan sebagai generasi muda bahwa betapa pentingnya terumbu karang.

Dari sudut pandang pemerintah, kita perhatikan regulasi yang ada. Kenapa demikian? Sebagai, contoh yang pertama, ketika suatu daerah dijadikan lahan transplantasi karang, secara tidak langsung daerah tersebut banyak ikan hias. Ini bisa menarik minat dan membuat akal-akal jahat bagi oknum yang memanfaatkannya. Timbul banyak orang yang akan menangkap ikan hias tersebut untuk diperjualbelikan, baik itu diekspor maupun dijual secara regional.

Penangkapan ikan hias ini kita ketahui menggunakan cara yang tidak lazim dan dapat membahayakan terumbu karang itu sendiri. Seperti penggunaan zat beracun dan lainnya. Akhirnya terumbu karang yang awalnya kita pertahankan secara mati-matian, tidak dapat kita pertahankan. Selanjutnya, ikan-ikan hias yang kita biarkan hidup secara liar dengan kuantitas yang sangat banyak, hilang dan berada dalam kota kaca yang menyiksa mereka.

Penulis: Bagus Padmaningrat
Mahasiswa Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Udayana

Ingin menjadi penulis di rubrik citizen journalism Tribun Bali? Klik Link Ini

Editor: gunawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved