Pedagang Nyambi Joki KTP Mati di Pelabuhan Gilimanuk
"Bentar ya, tunggu bentar nanti biar dijemput. Masnya tunggu di motor saja," kata ibu-ibu penjual kopi tersebut.
Penulis: Manik Priyo Prabowo | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Tak hanya petugas yang memanfaatkan membludaknya pemudik untuk mengambil keuntungan dari pemeriksaan KTP.
Para pedagang di sekitar pelabuhan pun mencari sampingan sebagai joki KTP mati.
(Baca Juga Berita Terkait: Pungli KTP di Pelabuhan Gilimanuk Saat Arus Balik, Bayar Rp 50 Ribu)
Seperti pantauan Tribun Bali pada Sabtu (18/7/2015) malam.
(Baca Juga Berita Terkait: Ini Kata Kadis Dukcapil Jembrana Terkait Dugaan Pungli KTP di Gilimanuk)
Saat itu seorang lelaki berboncengan berhenti di warung kopi setelah turun dari kapal ferry di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali.
Dengan suara lirih, laki-laki yang menggendong tas punggung hitam itu berujar "Buk KTP saya mati".
Mendengar hal itu, penjual kopi itu langsung meresponnya.
"Bentar ya, tunggu bentar nanti biar dijemput. Masnya tunggu di motor saja," kata ibu-ibu penjual kopi tersebut.
Tak selang 10 menit, seorang laki-laki berbadan tambun dengan motor metiknya langsung menghampiri laki-laki tersebut.
Tanpa basa basi atau negosiasi, laki-laki itu membonceng penumpang yang KTP-nya mati.
Tanpa mengenakan helm, keduanya melaju melalui pos penjagaan kepolisian, kemudian diantarkan ke pintu keluar.
Saat laki-laki itu mengantar, Tribun Bali mencoba bertanya kepada sang ibu penjual kopi berapa "tarif" KTP mati atau tak memiliki KTP agar bisa lolos dari penjagaan.
Dengan nada percaya diri, sang ibu menjelaskan bahwa biayanya mencapai Rp 50 ribu.
Saat itu di warung sang ibu banyak petugas dari ASDP yang makan dan ngopi.
Setelah kurang lebih 10 menit kemudian, sang joki kembali dan memberikan segenggam uang dua ribuan kepada ibu penjual kopi.
"Zaman sekarang mas, yang atasan saja dapat uang besar. Yang bawahan masak gak mau uang? Siapa petugas yang nolak uang. Di pintu padahal dijaga petugas TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan juga ada," cetusnya sembari mengaduk kopi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/arus-mudik-motor-di-pelabuhan-gilimanuk_20150714_122719.jpg)