Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Pungli KTP di Pelabuhan Gilimanuk Saat Arus Balik, Bayar Rp 50 Ribu

Dari sana terlihat, seorang penumpang mengeluarkan uang Rp 50 ribu dan menyerahkannya kepada petugas tersebut.

Penulis: Rizki Laelani | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Tribun Bali/I Gede Jaka Santhosa
Sejumlah penumpang saat diperiksa identitasnya di pos pemeriksaan KTP Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk, Jembrana, Minggu (19/7/2015). 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Puluhan penumpang dari dua bus, Lorena dan Pahala Kencana, diminta untuk turun dari dalam bus saat memasuki Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, Senin (20/7/2015) sekitar pukul 15.00 Wita.

Mereka diminta petugas gabungan di Pelabuhan Gilimanuk yang terdiri dari anggota Polri, TNI, Satpol PP, dan petugas Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) untuk turun dan bersiap memperlihatkan kartu tanda penduduk (KTP).

(Baca Juga Berita Terkait: Pedagang Nyambi Joki KTP Mati di Pelabuhan Gilimanuk)

Para penumpang lalu diarahkan menuju sebuah pos pemeriksaan yang jaraknya sekitar 20 meter dari pemberhentian bus.

(Baca Juga Berita Terkait: Ini Kata Kadis Dukcapil Jembrana Terkait Dugaan Pungli KTP di Gilimanuk)

Sementara sejumlah petugas terlihat masuk ke dalam bus memeriksa seluruh bawaan penumpang.

Di depan pos pemeriksaan ada seorang anggota TNI dan Satpol PP berdiri saling berhadapan, mereka memeriksa satu per satu identitas penumpang bus.

Antrean penumpang di depan pos pemeriksaan cukup panjang.

Sementara di dalam pos pemeriksaan, terlihat dua petugas ASDP duduk dan menanyai beberapa penumpang.

Dari sana terlihat, seorang penumpang mengeluarkan uang Rp 50 ribu dan menyerahkannya kepada petugas tersebut.

Pria berseragam itu langsung memasukkannya ke dalam laci meja kerja. Pria tambun berkumis tebal itu kemudian mempersilakan penumpang tersebut keluar dari dalam pos.

"Kamu didata tadi? Terus bayar berapa?" tanya seorang penumpang yang mengaku bernama Sutejo (31) kepada rekannya Nurhkolis (37).

"Ah gak didata. Cuma ditanya-tanya dari mana terus ke Bali mau apa. Saya bayar cuma Rp 10 ribu," jawab Nurhkolis.

"Waduh, saya kok diminta Rp 50 ribu," timpal Sutejo.

Perbedaan uang yang diserahkan ternyata tergantung pada tujuan penumpang bus yang akan memasuki wilayah Bali.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved