Prof Bakta Kaget Diberitahu Meregawa Ditahan KPK
Dikawal beberapa petugas keamanan KPK, Meregawa langsung masuk ke mobil tahanan yang membawanya ke Rutan KPK.
Penulis: Ady Sucipto | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Menurut keterangan yang dirilis website KPK tadi malam, nilai proyek pengadaan alkes bertahun jamak (multiyears) itu mencapai Rp 16 miliar.
Namun, KPK menduga ada pemufakatan dan rekayasa dalam proses pengadaan, yang kemudian diduga negara mengalami kerugian sekitar Rp 7 miliar.
Proyek RS Khusus Pendidikan Unud sendiri mulai dikerjakan pada 2009 setelah tendernya dimenangi PT Duta Graha Indah.
Perusahaan itu berafiliasi dengan Grup Permai, yang juga dimiliki oleh Nazaruddin.
Saat proyek itu berjalan, Meregawa menjabat sebagai Kepala Biro Administrasi Umum dan Keuangan Unud sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek yang berlokasi di Jimbaran, Kabupaten Badung, itu.
Meregawa dijerat Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
Ia terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara dan denda paling banyak Rp1 miliar.
Ketika ditanya apakah akan menjenguk Meregawa atau tidak, Prof Bakta mengatakan bahwa ia berpikir untuk menjenguk mantan bawahannya itu.
“Nantilah kita koordinasikan dengan rekan-rekan Unud di Jakarta. Paling tidak untuk memberi dukungan mental pada Pak Meregawa. Tapi, kalau urusan hukum, itu sudah ada yang menanganinya sendiri,” jelas Bakta.
Lebih lanjut Bakta mengatakan bahwa dirinya telah mendengar bahwa Unud juga memberikan bantuan hukum kepada Meregawa.
“Saya dengar dari Pak Rektor bahwa ada bantuan hukum. Pak Meregawa sendiri telah menunjuk pengacara juga,” ucapnya.
Sementara itu, ketika tadi malam dikunjungi rumahnya di Jalan Raya Sesetan, Banjar Lantang Bejuh, Denpasar, keluarga Meregawa disebutkan sudah beristirahat.
Seorang pemuda yang hendak keluar dari rumah Meregawa sempat berbincang sedikit dengan Tribun Bali.
Namun, saat disinggung mengenai keberadaan Meregawa, pemuda itu berkomentar tidak tahu.
"Saya tidak tahu. Saya baru saja tiba di rumah. Ibu Meregawa sudah tidur," katanya singkat.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/prof-bakta_20150505_093754.jpg)