Inapkan Sesuwunan Barong Bangkung, Rumah Warga Bergetar Hebat
Setiap Kajeng Kliwon, krama banjar akan menyembelih ayam hitam untuk barong yang telah menjadi benda sakral bagi Banjar Tegal Kangin.
Kemudian, diketahui ternyata barong tersebut dilinggihkan kemudian sekaa manyi Banjar Tegal Kangin memutuskan menitipkan barong tersebut di Pura Dalem.
Lama berselang, barong tersebut menua dan kurang terawat.
Kemudian atas usulan krama banjar Tegal Kangin pada tahun 2011 Barong tersebut dipindahkan ke banjar tepatnya di Pura Taman Sari.
Selain memindahkan tempat, barong tersebut mendapat perombakan total baik tapel, asesoris, kain, dan lain sebagainya.
“Tahun 2011 kami benar-benar merombak total barong yang merupakan sesuwunan di banjar itu. Serta di-linggih-kan di Pura Taman Sari dekat banjar. Kayu bahan tapelnya kami minta di Pura Dalem,” ungkapnya.
Saat ini, setiap Kajeng Kliwon, krama banjar akan menyembelih ayam hitam untuk barong yang telah menjadi benda sakral bagi Banjar Tegal Kangin.
Kemudian setiap enam bulan sekali pada Sugian Bali krama akan melaksanakan kegiatan melancaran ke sejumlah banjar yakni Banjar Tegal Kauh, Liligundi, dan Tegal Kangin.
Setiap dua tahun sekali akan digelar pementasan atau mesolah yang cukup besar seperti Calonarang.
Menurut Kelian Dinas Wayan Oka Candra, budaya ini merupakan warisan leluhur terdahulu yang dilestarikan bersama.
Untuk itu, tidak ada rasa beban melaksanakan seluruh kegiatan adat yang telah berlangsung selama ini.
“Kami biasanya meminta keselamatan dalam berkehidupan terutama dalam kegiatan mebanjaran,” jelasnya. (*)
Info ter-UPDATE tentang BALI, dapat Anda pantau melalui:
Like fanpage >>> https://www.facebook.com/tribunbali
Follow >>> https://twitter.com/Tribun_Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pementasan-calonarang_20150730_142658.jpg)