Ini Kronologi Jatuhnya Widiantara dari Lantai 3 SMAN 1 Singaraja

Tubuhnya langsung menghujam ke jalan setapak yang terbuat dari beton.

Penulis: Lugas Wicaksono | Editor: Kander Turnip
Tribun Bali/Lugas Wicaksono
Polisi Olah TKP Jatuhnya Siswa dari Lantai 3 SMAN 1 Singaraja, Buleleng, Bali, Rabu (12/8/2015). 

TRIBUN-BALI.com, SINGARAJA - Suasana di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Singaraja, Buleleng, Bali, mendadak riuh ketika seorang siswa, I Made Adi Widiantara (17) ditemukan terjatuh dari lantai tiga gedung sekolah, Rabu (12/8) pukul 06.15 Wita.

Tubuhnya langsung menghujam ke jalan setapak yang terbuat dari beton.

(BACA JUGA: Sebelum Lompat Dari Lantai 3 Sekolahnya, Siswa IPA SMAN 1 Singaraja Ini Tulis Kisah Asmara di Bukunya)

Saat itu, remaja yang akrab dipanggil Simon ini baru masuk ke ruang kelas XII IPA 3 di sudut lantai tiga gedung sekolah.

Ketika itu guru mata pelajaran belum datang dan para siswa di kelas tersebut sibuk dengan aktivitasnya masing-masing.

Gede Mangku Dharma Susila (17), seorang teman satu kelas Simon mengatakan, pagi itu ia melihat temannya tersebut duduk di bangkunya dan sedang serius menulis sesuatu di bukunya.

(Baca Berita Terkait: Widiantara Kritis Terjatuh dari Lantai 3 SMAN 1 Singaraja)

Susila mengira Simon sedang mengerjakan tugas sekolah yang belum selesai dikerjakan.

Namun, saat ia mendekatinya justru Simon berusaha menunduk dan berusaha menutup rapat bukunya itu dengan badannya.

Gelagat yang ditunjukkan Simon ini membuat Susila penasaran.

Ia lantas berusaha menarik buku Simon.

Namun, upayanya itu terhenti setelah seorang temannya memanggilnya untuk mengajaknya mengerjakan tugas.

Ia lantas meninggalkan bangku Simon yang tepat berada di pinggir dan bersebelahan langsung dengan jendela kelas yang terbuka.

(BACA JUGA: Gubernur Bali Soroti Moral Oknum Kepala Dinas Disperindagkop Jembrana yang Bertindak Asusila)

“Saya datangi dia yang duduk di bangkunya, saya kira dia nulis tugas. Tapi pas saya menghampiri, dia malah menutup bukunya itu sambil menunduk. Saya tanya kenapa itu, kenapa bukunya, dia cuma diam saja. Saya sempat berusaha tarik bukunya karena penasaran, tapi ada teman yang memanggil untuk buat tugas, saya kembali ke bangku saya,” ujar Susila.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved