Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Inilah Penemuan Arca Dewi Durga Peninggalan Candi Hindu Era Majapahit

Pada candi Hindu Syiwa, menurut Dwi, ada format (pakem) untuk meletakkan arca Dewi Durga di relung sebelah utara. Relung belakang arca Ganesha

SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO
Petugas kepolisian mengukur Arca Durga Mahisasuramardini yang diamankan di Polsek Sumberpucung, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu (9/9/2015). Arca setinggi 53 Cm itu diperkirakan merupakan bagian dari sebuah candi peninggalan Kerajaan Majapahit periode abad ke-13. 

TRIBUN-BALI.COM - Penemuan sebuah arca bersosok Dewi Durga di Desa Jatiguwi, Kabupaten Malang, Jawa Timur, menguak kemungkinan keberadaan peninggalan candi Hindu di era Majapahit di sana.

Penemunya mengaku mendapat berkah.

Kisah penemuan arca itu bermula saat Ngatiran (65) menggali tanah di belakang rumahnya di Dusun Mentaraman, Desa Jatiguwi, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, pada 5 September lalu.

“Pagi itu saya menggali tanah untuk bikin lubang sebagai tempat menyimpan batu koral yang tersisa. Saya kebetulan baru merenovasi rumah,” ungkap Ngatiran saat ditemui di rumahnya, Rabu (9/9/2015).


Arca Durga (SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO)

Saat menggali, cangkulnya mengenai benda keras, sehingga ia berhenti.

Pada malam hari Ngatiran meminjam linggis dan menggali lebih dalam.

Barulah benda keras itu terlihat bentuknya. 

Bersama anak kandungnya, Ngatiran mengangkat arca dari dalam tanah.

Entah mengapa, ia mengaku sangat cemas setelah menemukan arca tersebut.

"Saya sempat takut. Bahkan dua hari setelah menemukan, saya tidak ke lahan belakang. Arcanya saya letakkan di bawah pohon mahoni," cerita Ngatiran.

Yang membuatnya heran, ketika Ngatiran mendatangi tempat arca itu lagi, posisinya sudah berubah.

"Saya sampai mikir begini, penemuan arca ini musibah atau berkah ya?" tutur dia.

Ternyata Ngatiran merasakan itu sebagai berkah.

Entah bagaimana hubungannya, setelah menemukan arca itu, sakit sesak napasnya malah pulih 60 persen.

Padahal ia mengaku mengidap sesak napas parah.

Sumber: Surya
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved