Inilah Penemuan Arca Dewi Durga Peninggalan Candi Hindu Era Majapahit
Pada candi Hindu Syiwa, menurut Dwi, ada format (pakem) untuk meletakkan arca Dewi Durga di relung sebelah utara. Relung belakang arca Ganesha
Tayang:
Editor:
Ida Ayu Made Sadnyari
SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO
Petugas kepolisian mengukur Arca Durga Mahisasuramardini yang diamankan di Polsek Sumberpucung, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu (9/9/2015). Arca setinggi 53 Cm itu diperkirakan merupakan bagian dari sebuah candi peninggalan Kerajaan Majapahit periode abad ke-13.
“Jatiguwi dalam catatan sejarah adalah desa paling tua di Kabupaten Malang,” terang Dwi Cahyono.
Satu kawasan yang berada dalam apitan dua sungai, dianggap daerah suci.
“Dan Jatiguwi, dulunya adalah kawasan suci. Karena dalam mitologi Hindu kuno memang seperti itu,” paparnya.
Tempat ditemukannya arca Dewi Durga lebih dekat pada sisi selatan Sungai Kalibiru, terpisah jarak sekitar 600 meter.
Setelah ditarik orientasi atau pengkiblatan, lokasi arca ditemukan mengarah ke utara-barat.
“Arah utara-barat ini ternyata menghadap ke Gunung Kawi. Gunung Kawi adalah gunung suci, karena merupakan reruntuhan dari potongan Gunung Meru seperti yang diceritakan dalam Kitab Tantu Panggelaran, sebuah karya di masa akhir Kerajaan Majapahit,” kata Dwi.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/arca-durga_20150910_111043.jpg)