Inilah Penemuan Arca Dewi Durga Peninggalan Candi Hindu Era Majapahit
Pada candi Hindu Syiwa, menurut Dwi, ada format (pakem) untuk meletakkan arca Dewi Durga di relung sebelah utara. Relung belakang arca Ganesha
Namun hanya 2 tangan yang masih tampak jelas.
Sementara 6 tangan lainnya, rusak.
Dua tangan yang masih tampak, menggambarkan sisi amarah dari Durga.
Menurut Dwi, temuan ini sungguh luar biasa.
Hingga kini belum pernah terungkap candi di sebelah selatan Gunung Kawi.
Padahal, di wilayah Blitar sudah banyak ditemukan.
"Mungkin ini adalah candi yang berada di selatan Gunung Kawi, gunung suci di masa itu," tuturnya.
Pihaknya berharap, temuan ini segera ditindaklanjuti untuk mengungkap sejarah masa lampau.
Bisa dimulai dengan penggalian skala kecil untuk menemukan jejak batur candi.
Dwi lantas memaparkan teori terkait penemuan itu.
Desa Jatiguwi diapit dua sungai besar.
Sungai itu adalah Sungai Brantas dan Sungai Kalibiru.
Sungai Kalibiru bermuara ke bendungan Lahor, sedangkan Sungai Brantas membentuk bendungan Sutami.
Keduanya adalah bendungan yang dibangun di era modern di Kecamatan Sumberpucung.
Desa Jatiguwi dulunya dikenal sebagai daerah pandean atau perajin logam ternama.
Para pande di kawasan ini sangat kesohor sampai hari ini.
Di tengah apitan dua sungai besar itulah, berada satu kawasan pemukiman yakni Jatiguwi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/arca-durga_20150910_111043.jpg)