Meski Berbenturan dengan Regulasi, MICE Diharapkan Bisa Menggeliat
MICE menjadi satu di antara penyumbang pemasukan bagi industri pariwisata di Bali dan Indonesia.
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: gunawan
TRIBUN.BALI.COM, DENPASAR - Upaya Kementrian Pariwisata untuk kembali menggeliatkan Meeting, Incentive, Convention, Exhibition (MICE) di Indonesia mendapat dukungan dari insan perhotelan, satu diantaranya adalah Jusuf Sawirin. Jusuf Sawirin adalah Presiden Director Prasanthi Hotel and Resorts.
Menurut pria yang akrab disapa Jusuf ini, MICE menjadi satu di antara penyumbang pemasukan bagi industri pariwisata di Bali dan Indonesia.
"Bahkan rata-rata 80 persen industri pariwisata khususnya perhotelan di daerah, mengandalkan MICE sebagai pendapatannya. Namun karena adanya pengetatan regulasi khususnya bagi kalangan pemerintahan yang akan melakukan kegiatan atau rapat sejak Oktober tahun lalu mengenai MICE itu, banyak industri perhotelan yang drop dan beberapa gulung tikar," katanya dalam acara Annual Meeting GM Prasanthi Indonesia di Seminyak, Kuta (9/10/2015).
Lanjutnya, sejak pemerintah melakukan pengetatan MICE, pada akhir tahun lalu, sejak saat itulah okupansi rate hotelnya jatuh.
"Saya di Prasanthi saja rata-rata okupansi itu 65-75 persen. Namun sejak pemberlakuan itu, okupansi kami terjun sampai 40 persen, jadi rata-rata cuma 20-30 persen," katanya.
Ia berharap dengan adanya upaya pemerintah melalui workshop penyusunan standarisasi MICE secara nasional bisa kembali menggeliatkan industri MICE di Indonesia dan Bali.
"Ya mudah-mudahan dengan ini, okupansi kami bisa naik antara 61-62 persen sampai akhir tahun ini," ujarnya. Mengingat semester satu tahun 2015, industri perhotelan masih jatuh bangun dengan disusul dengan adanya perlambatan ekonomi.
Baginya MICE juga memberikan keuntungan bagi industri kecil, UMKM dan vendor yang bekerjasama dengan pihak hotel.
Sejauh ini lokasi MICE terfavorit masih didominasi oleh wilayah Badung, namun nyatanya Dinas Pariwisata Badung belum mempunyai data akurat jumlah venue MICE yang ada di Badung.
Sementara itu, Kepala Bidang Sarana Pariwisata Dinas Pariwisata Badung, Nyoman Suardana, kini sedang berupaya mencari data venue akurat MICE di Badung.
"Kita memang perlu data pasti venue MICE namun kami belum punya data pasti. Kalau di kawasan Nusa Dua hampir semua hotel sudah menyediakan tempat MICE namun sayangnya tidak semua terekspose, sehingga sulit memberikan pilihan kepada pengguna MICE untuk berpromosi," katanya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/hotel-nikki-denpasar-meeting-room_20150522_224802.jpg)