Oplos Semen Curah ke Kemasan Bermerek, Seorang Ibu di Buleleng Ditangkap
Ia hanya mengaku semen tanpa kemasan dan kemasan semen bermerek itu didapatkannya dari sebuah pabrik semen, tidak jauh dari Pelabuhan Celukan Bawang.
Penulis: Lugas Wicaksono | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Susiana (34) asal Banjar Dinas Pungkungan, Desa Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali diamankan Kepolisian Sektor Kawasan Laut Celukan Bawang, Sabtu (17/10/2015).
Ia ditangkap karena mengoplos semen curah ke kemasan semen bermerek.
Penangkapan Susiana ini bermula ketika anggota polisi patroli di wilayah Desa Tinga-tinga, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, tetangga Desa Celukan Bawang.
Polisi menjumpai ada aktivitas mencurigakan di sebuah rumah di desa tersebut.
Saat diperiksa, ternyata ada aktivitas pengoplosan semen yang dilakukan lima orang pria.
Kelimanya yakni Made Sudiana, Nyoman Muliastana, Fandi Hidayat, Mujina, dan Abdul Razaq.
Mereka ketika itu memindahkan tumpukan semen yang tidak bermerek ke dalam kemasan-kemasan semen bermerek dengan berat 50 kilogram (kg).
Polisi kemudian memeriksa izin aktivitas tersebut.
Namun, mereka tidak dapat menunjukkan izin dan polisi menghentikan aktivitas tersebut.
“Pelaku ternyata usahanya itu tidak memiliki izin, sehingga kami amankan pelaku dan hentikan kegiatannya. Di lokasi, juga kami menemukan buruhnya sedang bekerja, dengan memasukan semen curah ke dalam kantong semen bermerek berukuran jumbo,” ujar Kepala Kepolisian Sektor Kawasan Lau Celukan Bawang, AKP, Ketut Adnyana TJ, Senin (19/10/2015).
Sementara Susiana lebih banyak menutup mulut ketika dimintai keterangan.
Ia hanya mengaku semen tanpa kemasan dan kemasan semen bermerek itu didapatkannya dari sebuah pabrik semen, tidak jauh dari Pelabuhan Celukan Bawang.
“Saya baru-baru ini melakukan ini. Semennya saya beli dari pabrik, dan saya tuang ke kantong semen tiga roda, karena saya mau pakai sendiri. Ini sengaja saya kumpulin banyak, untuk stok,” ucapnya.
Dari keterangan kelimanya, mereka hanya berperan sebagai buruh dan dipekerjakan Susiana.
Tidak berselang lama, polisi menangkap ibu rumah tangga itu di rumahnya tanpa perlawanan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/para-pelaku-saat-mempraktikkan_20151020_121014.jpg)