Tak Mempan Dibasmi Secara Niskala, Ratusan Tikus Mati Karena Asap di Subak Tabanan
Hiiii, 100 tikus berhasil dibasmi para petani dan para anggota TNI di Tabanan. Inilah yang disebut pengropyokan atau pembasmian tikus.
Penulis: I Made Argawa | Editor: Irma Yudistirani
Karena racun tidak mempan, akhirnya pihak subak mengambil langkah dengan sistem pengropyokan yaitu memburu tikus lewat pembongkaran lubang aktif tikus.
Jadi lubang tikus yang aktif dilakukan tindakan pengasapan dan memasukkan belerang ke dalamnya.
Berharap tikus-tikus yang berada di dalam lubang keluar atau mati.
Tikus-tikus yang keluar ini akan diburu bersama-sama.
Sementara itu, setelah bergerilya mencari lubang aktif tikus dan melakukan tindakan pengasapan serta memasukkan belerang, satu jam kemudian, tikus-tikus mulai keluar.
Danramil Kota Tabanan, Kapten Inf Yudha Wicaksono, memaparkan tikus-tikus yang berhasil diburu sekitar 100 ekor.
Diperkirakan masih banyak yang mati di dalam lubang.
‘’Keluarnya tikus-tikus ini satu jam setelah dilakukan tindakan pengasapan. Yang berhasil diburu ada seratusan dan kemungkinan ada yang mati di dalam,’’ jelasnya.
Pihak TNI sendiri menurunkan 20 personilnya untuk membantu warga melakukan pengropyokan di Subak Bakbakan.
Seorang petani di Subak Babakan, Ida Bagus Raka Putera (43), asal Banjar Wanasari Belodan mengatakan dirinya mengalami kerugian yang cukup signifikan dari serangan hama tikus.
Dari 55 are sawah yang digarap, biasanya menghasilkan hingga tiga ton gabah.
Tapi saat mengalami serangan hama tikus, dirinya hanya memperoleh 150 kuintal gabah.
"Modal mengerjakan sawah saja tidak kembali, gabah itu hanya cukup untuk konsumsi sekeluarga," keluhnya. (*)
Info ter-UPDATE tentang BALI, dapat Anda pantau melalui:
Like fanpage >>> https://www.facebook.com/tribunbali
Follow >>> https://twitter.com/Tribun_Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/subak_20151102_203426.jpg)