Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Diaz Bongkar Aib 2 Teman SD-nya Gauli Adik Kelas karena Gaduh di Kelas

Korban sempat terlihat berjalan tidak normal dan mengeluhkan perih di kemaluannya.

Penulis: I Gede Jaka Santhosa | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Net
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Dua murid pada salah satu sekolah dasar (SD) di Gumi Makepung Jembrana, Bali mencabuli adik kelasnya sendiri sehingga orangtua korban melapor ke polisi.

Pelakunya, Mir (9) dan Rif (8), dua murid kelas tiga dan dua SD tersebut, mencabuli Bunga (sebut saja namanya demikian),  yang baru kelas satu, sebanyak dua kali.

Perbuatan pertama, mereka lakukan antara bulan Juni dan Juli di areal persawahan, sementara yang kedua di kamar mandi rumah korban.

Informasi yang dihimpun Tribun Bali, Senin (16/11/2015), menyebutkan, kasus pencabulan ini terkuak setelah orangtua korban, Hay (41), asal Kelurahan Loloan Timur, Kecamatan Jembrana, dipanggil pihak sekolah pada Sabtu (14/11/2015).

Orangtua yang tercengang mendapatkan laporan dari guru bahwa anaknya, Bunga, sempat digauli oleh kedua kakak kelasnya tersebut akhirnya melapor kejadian ini ke Polres Jembrana pada hari yang sama mengingat sebelumnya, Jumat (6/11/2015) lalu.

Korban sempat terlihat berjalan tidak normal dan mengeluhkan perih di kemaluannya.

Hay yang sempat memberikan keterangan kepada awak media Senin kemarin mengatakan, tindakan bejat kedua pelaku ini terkuak setelah seorang pelaku, yakni Mir, sempat berbuat gaduh di kelas pada Sabtu (14/11/2015). 

Kemudian teman pelaku, Diaz (8), yang merasa tak terima akan ulah Mir mengancam melaporkan perbuatan tak senonoh yang dilakukan Mir dan Rif yang sempat dilihat oleh dirinya kepada orangtua Bunga. 

Beruntung, saat itu seorang guru mendengar kegaduhan serta ancaman dari teman pelaku tersebut yang akhirnya memanggilnya.

Kepada gurunya, Diaz pun membongkar aib yang dilakukan dua pelaku.

Diaz menuturkan, sebelumnya kedua pelaku yang masih satu kelurahan dengan korbannya ini telah menggilir Bunga di sebuah areal persawahan di Kelurahan Loloan Timur beberapa waktu yang lalu.

Bahkan, aksi mereka kembali diulang beberapa minggu kemudian di kamar mandi di rumah Diaz.

Mendapat pengakuan tersebut, guru kemudian memanggil Bunga.

Namun alangkah terkejutnya si guru lantaran saat ditanyai Bunga mengakui perbuatan tak senonoh yang dilakukan oleh kedua kakak kelasnya tersebut.

Tak ayal, guru kemudian memanggil orangtua Bunga guna melaporkan kejadian tragis yang menimpa anaknya tersebut.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved