9 Tari Bali Bakal Jadi Warisan Budaya Dunia, Besok Berangkat ke Namibia
Saat itu tari Pendet dijadikan sebagai iklan promosi kunjungan ke Malaysia “Visit Malaysia Years” sehingga sempat membuat heboh pariwisata Indonesia
"Berdasarkan hasil rakor dengan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, dijelaskan bahwa sesungguhnya itu (sembilan tarian) sudah masuk `list`, jadi tinggal ketok palu dan kesepakatan anggota UNESCO," ungkapnya.
Pandangan senada juga disampaikan budayawan Prof Dr I Made Bandem.
Dia optimistis sembilan tari tradisi Bali itu bisa mendapatkan pengakuan dari UNESCO.
"Yang menguatkan pengusulan kita di UNESCO adalah sudah ada komitmen dari pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang sudah menetapkan kesembilan tarian itu sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia," katanya.
Lewat penetapan itu, ucap dia, menjadi jaminan bagi UNESCO bahwa tari yang diusulkan akan tetap hidup karena dipelihara dan dibina oleh pemerintah serta bisa mendapatkan pendanaan dari pemerintah, di samping masyarakat pasti tetap akan melestarikannya dalam bentuk berbagai kegiatan ritual.
Beberapa tarian itu juga bisa muncul dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) sehingga otomatis bisa memberikan pembinaan pada tarian tersebut.
Apalagi ditambah sektor pariwisata yang juga memberikan stimulan terhadap keberadaan tari Bali.
"Jika dipadukan ketiga unsur pendukung itu, maka saya optimistis bisa mendapatkan dana untuk keberlangsungan tarian tersebut. Hal itulah akan memberikan keyakinan yang tebal pada sidang pleno UNESCO untuk memberikan pengakuan pada tari Bali," ucap Bandem yang sedari awal sudah menjadi konsultan pengajuan sembilan tari itu. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/barongket-ket_20151127_105300.jpg)