Melarat di Pulau Surga
Terpaut Biaya Alat, Pasien Tumor di RSUP Sanglah Ini Belum Operasi
Tumor tersebut disinyalir sebabkan badan di bagian kanannya menjadi tidak bisa digerakkan.
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Dewa Made Satya Parama
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ni Luh Catri (47), pasien asal Karangasem ini hanya bisa tertidur lemas dan tak bergerak di atas kasur ruang mawar RSUP Sanglah, Denpasar, Bali, Selasa (1/12/2015).
Tumor yang bersarang di bagian belakang kiri otak kanannya menyebabkan ia tidak dapat bergerak.
Tumor tersebut disinyalir sebabkan badan di bagian kanannya menjadi tidak bisa digerakkan.
Awalnya ia hanya merasakan rasa pusing dan sakit di kepalanya pada 2 tahun yang lalu.
Kemudian disusul dengan penglihatan yang semakin kabur.
Namun, setelah diobati di RSUD Karangasem, sakit yang dirasakan mulai membaik dan menghilang.
Pada pertengahan bulan November lalu ia kembali merasakan sakit yang sama.
Keluarganya pun mengantarnya ke RS, dan hasilnya ia diketahui memiliki tumor tersebut.
Kondisinya pun semakin parah dan harus dirujuk ke RSUP Sanglah.
Adik Ipar pasien, Komang Sri (40) mengaku bahwa pasien tersebut belum melakukan operasi karena terbentur biaya yang sangat mahal.
“Kita memang di-cover oleh JKBM untuk inap dan biaya operasi, tapi untuk alat yang digunakannya tidak,” keluhnya.
Biaya alat operasi sendiri mencapai Rp 36 juta, itu sangat memberatkannya terlebih suami pasien hanya bekerja sebagai petani di Lempuyang, Karangasem. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pasien-tumor_20151201_164609.jpg)