Melarat di Pulau Surga

Ini Penyebab Penyakit Kulit Bersisik Di Singaraja

Satu diantara sekian penyebabnya adalah karena faktor genetik dan kekurangan gizi.

Penulis: Lugas Wicaksono | Editor: Uploader bali
Tribun Bali/Lugas Wicaksono
Kakak beradik Ni Luh Ranting dan Nyoman Jasa (kanan) di depan toko kelontong rumahnya di Banjar Rendetin, Senin (11/1/2016) 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Kepala Bidang Pencegahan, Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan (P2M dan PL) Dinas Kesehatan (Dinkes) Buleleng, I Gede Suryawan mengatakan, penderita penyakit kulit bersisik disebabkan beberapa faktor.

Satu di antaranya karena faktor genetik dan kekurangan gizi.

"Bisa karena hereditas, ada gen-gen dari orangtua yang menimbulkan seperti itu, bisa juga karena kurang gizi, apalagi jika sudah dari keluarga tidak mampu," ujarnya, Rabu (12/1/2016).

Dua faktor ini juga berpengaruh terhadap proses penyembuhan.

Jika karena kurang gizi, maka masih ada peluang untuk disembuhkan.

(Perih dan Gatal, 4 Warga Bontihing Buleleng Kulitnya Bersisik)

"Kalau faktor gizi, bisa nutrisinya yang diintervensi, proteinnya kurang tinggal dikasih. Kalau yang dominan gemetisnya, sulit," katanya.

Sementara untuk mencegah faktor hereditas, diperlukan konsultasi terlebih dahulu sebelum pasangan suami istri memutuskan untuk menikah.

"Solusinya harus konseling pra nikah, masing-masing harus fair. Ada nggak latar belakang penyakit keduanya yang bisa menyebabkan kecacatan anaknya," ujarnya.

Sebelumnya, empat warga Banjar Rendetin, Desa Bontihing, Kecamatan Buleleng, Bali kulitnya bersisik.

Mereka adalah I Gede Adi Suardina (5), Komang Tisnayasa (7), Ni Luh Ranting (27) dan Nyoman Jasa (22). (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved