Iron Man Bali

Iron Man Bali Dipuji dan Digunjingkan, “Mereka Iri Melihat Karya Tawan Sebagus Ini’

Mereka tampak menenangkan Tawan yang terlihat sedang sedih lantaran kicauan negatif itu. Ditambah lagi, kerusakan tangan robotnya..

Penulis: Saiful Rohim | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Tribun Bali/Saiful Rohim
Sejumlah warga mendatangi bengkel las I Wayan Sumardana alias Sutawan di Banjar Tauman, Desa Nyuh Tebel, Sabtu (23/1/2016). 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Tawan, pria yang dijuluki Iron Man Bali tak sendirian menghadapi kicauan miring para netizen di media sosial.

Warga Banjar Tauman, Desa Nyuh Tebel, Kecamatan Manggis, Karangasem, Bali justru ikut mengecam.

(Sedih, Tangan Robot Iron Man Bali Rusak Kena Hujan, Padahal)

Beberapa warga banjar setempat terlihat datang ke tempat kerja Tawan, Sabtu (23/1/2016), untuk memberi pujian dan dukungan  kepada Tawan agar terus berkreasi.

(Iron Man Bali Bersiap Rancang Robot Lebih Simple, Sensor Tak di Kepala)

Mereka tampak menenangkan Tawan yang terlihat sedang stress lantaran kicauan negatif itu.

Ditambah lagi, kerusakan tangan robotnya akibat terkena hujan.

I Ketut Lingsir, warga Desa Ababi, Kecamatan Abang, Karangasem, satu di antaranya.

Lingsir mengaku kasihan terhadap kondisi Tawan.

Bukannya dihargai, dipuji, terang Lingsir, malah digunjingkan di media sosial.

Tawan, lanjutnya, membuat tangan robot bukan untuk terkenal, melainkan agar beban hidup bisa teratasi.

“Saya dan warga lainnya sangat bersimpati dengan kejadian yang menimpa Tawan. Seharusnya dia menjadi panutan untuk warga lainnya. Pria yang sederhana, tak punya apa-apa, tapi bisa membuat robot. Harus bangga punya sosok seperti Tawan,” imbuhnya.

Lingsir berharap kicauan-kicauan negatif di media sosial itu hilang seiring perjalanan waktu.

Saat ini Tawan mengaku stress karena  orang  memojoknya.

“Jangan lagi dia dibebani dengan sesuatu yang tak perlu dilakukan,” terangnya.

Selain Lingsir, I Nengah Sardana juga mengutarakan hal senada. Pria asli Desa Pesadahan itu memotivasi Tawan agar tetap tabah.

Dia meminta Tawan tak terpengaruh dengan kicauan negatif netizen di media sosial, dianggap sebagai angin lalu saja. Tawan, katanya, harus tetap fokus pada apa yang diinginkannya.

Semangat untuk berkarya harus tetap dikedepankan.

Setidaknya, tambah Sardana, rancangan robot ini bisa membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya mereka yang mengalami kekurangan fisik.

“Tawan harus tetap semangat. Kicauan di media sosial  nggak usah dihiraukan. Mereka iri melihat karya Tawan sebagus ini,” imbuh Sardana. (*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved