Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Jembatan Tukadaya Jebol

Jembatan Tukadaya Jembrana Jebol, Kendaraan Muatan Besar Pilih Jalur Ini

Di sisi lain, Polres Buleleng kini menyiapkan tiga jalur alternatif. Antara lain melalui Busungbiu-Pupuan, Pancasari dan Karangasem.

Tayang:
Penulis: Lugas Wicaksono | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Tribun Bali/Lugas Wicaksono
Sebuah truk saat masuk jembatan timbang Bnajarasem, Senin (25/1/2016) 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Putusnya Jembatan Tukadaya di Jembrana, Bali menyebabkan kendaraan-kendaran besar yang akan menuju maupun dari Pelabuhan Gilimanuk mencari jalur lain untuk menuju Denpasar maupun kabupaten lain di Bali.

Satu di antaranya jalur Singaraja-Gilimanuk.

(UPT Jembatan Timbang Cekik Bantah Pungli, Kenapa Truk Lebihi Tonase Bisa Lolos?)

Di jalur ini kini banyak dilalui kendaraan-kendaraan besar yang mengangkut bahan komoditi.

(Jembatan Ambruk Jadi Sorotan, Sudikerta Perintahkan Tilang Truk Lebihi Tonase)

Bahkan peningkatan volume kendaraan yang melintas mencapai 30 persen sejak dua hari ini dibandingkan hari-hari sebelumnya.

“Kalau data saya buat itu peningkatannya 30 persen. Lebih banyak dari Subang, Lombok, tapi kalau malam tidak begitu banyak. Kalau memang full di sini krodit semua di sini,” ujar seorang staf bagian administrasi Jembatan Timbang Banjarasem, Kecamatan Seririt, Buleleng, Yudha Seputra, Senin (25/1/2016).

Ia mengatakan, kendaraan-kendaraan besar justru lebih memilih jalur ini.

Terlebih karena jalur di Karangasem terhambat karena adanya penggalian pipa di jalan.

Namun kini kendaraan besar yang melintasi jalur Singaraja-Denpasar via Bedugul dikurangi karena jalannya yang penuh tikungan dan curam.

“Kalau yang besar-besar lewat sini sekarang. Kalau di Bedugul sudah dikurangi, kemarin sempat koordinasi dengan kepolisian untuk menganai situasi ini, jadi kita apa adanya saja,” katanya.

Ia mengakui jika seringkai kendaraan besar yang melintas muatannya melebihi kapasitas yang sudah ditentukan.

Namun ia mengaku tidak berdaya untuk menegur secara tegas terhadap kendaraan-kendaraan yang melanggar sesuai peraturan.

“Rata-rata kendaraan dari luar, mohon maaf semua lolos ke sini, jadi sebenarnya kita sebagai penampungan saja di sini. Kalau memang di sana (daerah asal) lebih selektif, kita lebih selektif lagi di sini. Kalau kita tegas di sini, sebenarnya sama juga nanti keluarnya. Masih kapasitasnya yang melebihi. Kita di sini nggak tahu apa, rekomendasi izin kendaraan semua di sana,” ungkapnya.

Peraturan yang telah ada menurutnya seringkali tidak sesuai dengan realitas di lapangan.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved