Pasien DBD di Karangasem Dirawat di Lorong Rumah Sakit
I Ketut Seri, satu diantara pasien DBD yang dirawat di lorong Sal Mawar RSUD Karangasem.
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sang Ayu Dhamayanti selaku Humas RSUD Karangasem, membenarkan kondisi itu.
Banyaknya pasien DBD, jelas Sang Ayu, penyebab penuhnya ruang rawat inap.
Dari ratusan pasien yang menginap, sebanyak enam orang dirawat di lorong Sal Mawar RSUD Karangasem.
“Sebelum dirawat (di lorong) kita sudah kasih tahu jika ruang inap penuh. Makanya saya tanya, mau atau tidak dirawat di lorong sementara waktu? Kalau mau kita lanjutkan. Kalau tidak, kita rujuk ke RSUD Klungkung. Cuma biaya ambulans harus ditanggung sendiri. Itu nggak bisa pakai JKBM (Jaminan Kesehatan Bali Mandara),” jelas Sang Ayu.
Menurut Sang Ayu, ada beberapa pasien yang dirujuk ke RSUD Klungkung atas kesepakatan bersama.
Selain merujuk pasien ke RSUD Klungkung, sebagian pasien kelas III juga dititipkan di ruang VIP.
Tapi mereka tetap bisa mengunakan JKBM.
“Pasien kelas II, ada yang menempati kelas III. Begitu juga kelas III, ada yang dititipkan di kelas VIP,” jelas wanita berparas cantik itu. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pasien-dbd_20160223_092113.jpg)