Sedih, Demam Berdarah Renggut Nyawa Wanita Cantik di Gianyar Ini
Dalam benak Mudranda sama sekali tidak pernah terbesit bahwa wanita yang dinikahinya sembilan tahun yang lalu akan berpulang secepat ini.
Penulis: I Putu Darmendra | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Anak sekecil Ni Putu Vika Aprilia (8) dan Made Andra Sanjaya (2) tampaknya belum paham artinya kehilangan.
Mereka berdua dihadapkan dengan kenyataan pahit bahwa ibundanya terkasih, Ni Kadek Fredayani (30) telah berpulang.
(Bagaimana Bisa Wanita Cantik Ini Meninggal Karena DB? Ini Hasil Pengecekan Rumahnya)
Fredayani meninggal setelah dinyatakan positif demam berdarah, pada Senin (29/2/2016) pagi di RSU Sanjiwani Gianyar, Bali.
Wajah lugu kedua bocah malang ini menyiratkan keikhlasan.
Bahkan Vika yang baru menginjak kelas 2 SD bisa menegarkan hati ayahnya, Wayan Mudandra (36).
Pagi kemarin, di kediaman mereka di Banjar Tengah, Desa Sumita, Gianyar, suasana duka masih sangat terasa.
"Bapak de ngeling, kudiang men, ibu nak sakit. (Bapak jangan menangis, mau bagaimana lagi, ibu sakit)," kata Mudranda menirukan ucapan anak pertamanya.
Hatinya terkoyak setelah mendengar perkataan itu.
Dia tidak menyangka bahwa Vika bisa memberikannya motivasi di tengah cobaan berat yang dirasakannya saat ini.
Spontan dia mendekap erat sang buah hati dengan derai air mata.
"Anak saya yang memberikan saya semangat untuk tetap bertahan seperti ini," tandasnya.
Fredayani menjadi korban keempat pasein demam berdarah meninggal dunia di Gianyar.
Dalam benak Mudranda sama sekali tidak pernah terbesit bahwa wanita yang dinikahinya sembilan tahun yang lalu akan berpulang secepat ini.
Padahal almarhum sedang merintis karir menjadi seorang guru pengajar Bahasa Indonesia di sebuah SMP swasta di Gianyar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/keluarga-korban-db_20160302_103405.jpg)