Ngamuk Membabi Buta, Nyali Preman di Gianyar Ini Ciut Bahkan Nangis saat Polisi Datang
Gusti Ngurah Agung Dharma atau yang akrab disapa Ngurah Merkak (30), ditangkap polisi, Sabtu (19/3/2016).
Penulis: I Putu Darmendra | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Gusti Ngurah Agung Dharma atau yang akrab disapa Ngurah Merkak (30), ditangkap polisi, Sabtu (19/3/2016).
Pria asal Desa Tegal Tugu, Gianyar ini diringkus jajaran Buser Polres Gianyar setelah melakukan pengerusakan dan ancaman pembunuhan.
Namun ia yang awalnya garang mengamuk dan menghunus senjata tajam tiba-tiba ciut.
Sang preman pun menangis minta ampun saat ditangkap polisi.
"Rah Merak melakukan pengerusakan dan ancaman pembunuhan," kata Kanit Buser Polres Gianyar, Ipda I Gusti Ngurah Winangun kepada Tribun Bali, Senin (21/3/2016).
Winangun menuturkan, Rah Merkak datang ke Banjar Pekandelan, Desa Tegal Tugu tempat dimana korban bernama Paidi (39) tinggal.
Pukul 02.30 Wita, dia menggedor pintu kamar Paidi.
Korban yang ketakutan enggan membukanya. Namun Rah Merkak tetap menggedor hingga mendobrak pintu.
"Bangun mas, bangun," kata Winangun menirukan teriakan Rah Merkak saat membuat huru hara di kediaman Paidi.
Setelah mendobrak pintu, tanpa basa basi Rah Merkak mendorong Paidi.
Kaca jendela, tv, meja, sepeda motor dan dan kaca mobil dia hancurkan hingga antah berantah sejurusnya.
Sang preman pun pergi dengan mulut mencaci maki.
Paidi mengira situasi sudah aman.
Namun ternyata Rah Merkak kembali dengan menghunus senjata tajam.
Dia mengejar Paidi, mengancam dan berteriak, "Saya bunuh kamu".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/rah-merkak-saat-ditangkap-polisi_20160321_183446.jpg)