Setiap Hari Pasien DBD Opname RSUP Sanglah, 24 Orang Meninggal Akibat DBD di Bali
Di ruang medik RSUP Sanglah hampir semua pasien sakit demam berdarah
Penulis: I Dewa Made Satya Parama | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Seorang petugas RSUP Sanglah mengaku setiap hari ada saja pasien demam berdarah (DBD) yang dirawat di IGD RSUP Sanglah.
Terkadang banyaknya pasien DBD membuatnya kelelahan setiap kali mengevakuasi pasien yang berdatangan.
Bahkan petugas ini harus berlari untuk mencari kursi roda demi membantu evakuasi pasien.
“Di ruang medik hampir semuanya itu sakit demam berdarah, sudah berapa kali saya bantu evakuasi pasien itu,” ujarnya di ruang Humas RSUP Sanglah, Denpasar, Selasa (19/4/2016).
Kasubag Humas RSUP Sanglah, dr Kadek Nariantha beberapa waktu lalu juga heran dengan ramainya pasien DBD yang datang ke rumah sakit.
“Meskipun kita rumah sakit level 3, mau tidak mau harus menerima pasien DBD karena RSUP Sanglah merupakan rumah sakit rujukan terakhir di Bali bahkan se Nusa Tenggara” keluhnya.
Wabah DBD sendiri telah mengakibatkan 24 orang meninggal dunia.
Menurut Kepala Bidang P2PL Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr Gede Wira Sunetra banyaknya pasien yang terserang DBD akibat angka bebas jentik nyamuk di Bali masih kurang dari 95 persen.
“Pada tahun 2016, ABJ di Bali masih di bawah 95 persen, lebih tepatnya 89,2 persen hingga maret 2016” jelasnya.
Selama kurun waktu 3 tahun belakangan, ABJ di Bali masih kurang dari 95 persen sehingga DBD masih mewabah.
Dia menegaskan bahwa nyamuk akan selalu ada di sekitar lingkungan warga jika masih ditemukan jentik-jenntik nyamuk yang hidup dalam air.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/sanglah_20160330_142004.jpg)