Terkait Trans Sarbagita, Pemprov Bali Tegaskan Akan Evaluasi Sistem
Program Trans Sarbagita akan tetap berjalan karena sudah tertuang dalam blue print pembangunan jangka menengah Provinsi Bali
Penulis: A.A. Gde Putu Wahyura | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Terkait dengan polemik program Trans Sarbagita yang diluncurkan Pemprov Bali di tahun 2011, pemerintah provinsi Bali melalui Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informasi Pemprov Bali, Ketut Artika mengatakan bahwa angkutan Trans Sarbagita akan dievaluasi secara sistemnya.
Dikatakannya program ini akan tetap berjalan karena sudah tertuang dalam blue print pembangunan jangka menengah Provinsi Bali.
“Sarbagita, bagaimana arahan Pak Gubernur akan kita evaluasi baik layanan, penumpang, dan haltenya. Program akan tetap jalan karena ada roadmap blue print pembangunan,” ujar Artika di Denpasar, Jumat (29/4/2016).
Ia mengatakan sistem yang belum berjalan baik akan dievaluasi baik dari haltenya, sistem feedernya, dan juga ketersediaan armada.
Karena armada saat ini sangat besar sedangkan jalan di sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan) relatif kecil.
“Mana yang rendah pelayanannya akan kita evaluasi apakah haltenya kurang, armadanya, atau feedernya,” jelas birokrat asal Buleleng ini.
Adapun dikatakannya untuk tahun 2016 pola anggaran Trans Sarbagita masih menggunakan pola buy the service (membeli layanan/membayar klaim layanan kepada pemenang tender) sebagai pengelola.
Adapun anggaran untuk Trans Sarbagita tahun ini sebesar Rp 14 Milyar.(*)