Ujian Nasional
Penjahit Kebaya Ini Pilih Belajar Pukul 10 Malam, Siangnya Menjahit
I Komang Manik Adnyana (16) padahal sibuk dengan kerjaan menjahitnya. Tapi bagaimana cara belajarnya? Ikuti kisahnya di sini.
Penulis: Luh De Dwi Jayanthi | Editor: Irma Yudistirani
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - I Komang Manik Adnyana (16) adalah siswa kelas XII Bahasa SMA Negeri 1 Sukawati, yang sukses meraih nilai Ujian Nasional (UN) tertinggi Program Bahasa se-Bali tahun ini.
Manik mencetak rekor tertinggi untuk Program Bahasa dengan nilai 525,5.
Ia mengalahkan IGA Triska Sri Urmila Dewi dari SMAN 1 Semarapura dengan nilai 505,0 dan IKA Putra Adi Permana dari SMAN 2 Amlapura dengan nilai 502,0.
(Kisah Penjahit Kebaya Cetak Nilai Tertinggi UN Program Bahasa se-Bali)
Bagaimana kehidupan sehari-hari, dan cara belajarnya?
Lahir dalam keluarga yang berkecukupan, menggugah hati Manik untuk membantu ibu bekerja di rumahnya.
Ia belajar menjahit sejak duduk di bangku sekolah dasar.
Laki-laki kelahiran Gianyar, 18 Agustus 1998, ini selalu meluangkan waktu membantu ibunya menjahit kebaya.
Selain itu, anak ketiga dari pasangan I Wayan Mardana (50) dan Ni Made Murgi (50) ini juga hobi belajar dan diberkahi otak cerdas.
Sehari, anak tukang bangunan style Bali ini bisa menghabiskan waktu lima jam untuk belajar di luar jam sekolah.
Tak heran, jika ia langganan Juara Umum 1 Kelas Bahasa semasa SMA.
Tiap pulang sekolah, Manik menyempatkan waktu membantu ibunya jahit kebaya.
Apalagi saat ibunya banyak pesanan, sejurusnya ia mengambil beberapa potongan baju dan menjahitnya.
Itu ia lakukan ketika tak ada tugas sekolah yang mendesak.
Kalau misal esoknya ada ujian, ia memberitahu ibunya untuk menolak beberapa pesanan agar tak keteteran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/i-komang-manik-adnyana_20160508_145310.jpg)