Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Ujian Nasional

Penjahit Kebaya Ini Pilih Belajar Pukul 10 Malam, Siangnya Menjahit

I Komang Manik Adnyana (16) padahal sibuk dengan kerjaan menjahitnya. Tapi bagaimana cara belajarnya? Ikuti kisahnya di sini.

Tayang:
Penulis: Luh De Dwi Jayanthi | Editor: Irma Yudistirani
Tribun Bali/ Luh De Dwi Jayanthi
I Komang Manik Adnyana (16) saat membantu ibunya menjahit kebaya di rumahnya Banjar Belaluan, Desa Singapadu Tengah, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Bali, Sabtu (7/5/2016). 

“Pokoknya saya bagi waktu semaksimal mungkin, bisa bantu ibu dan belajar di rumah,” tuturnya.

Banyak pelanggan ibunya yang memberi semangat Manik untuk menjahit.

“Sering ada yang kaget melihat saya menjahit. Tapi mereka balik memuji, itu membuat saya tambah semangat,” jelasnya.

Tak hanya kebaya, saat musim layangan, Manik juga menerima jasa menjahit layangan.

Ia memiliki banyak pelanggan di sekitar wilayah Kecamatan Sukawati.

Itulah kegiatan sehari-hari Manik di rumah.

Manik membagi waktu dari pukul 13.00 Wita sampai sore untuk menjahit.

Setelah itu, ia melanjutkan sembahyang dan bercengkrama dengan keluarga hingga mood belajar muncul.

Biasanya ia mulai belajar pukul 22.00 Wita sampai 02.00 Wita.

Entah, dia mengaku bisa belajar kalau situasi sudah sunyi.

“Lebih konsentrasi kalau belajar malam hari karena siangnya sudah bising dengan suara mesin jahit,” ucapnya.

Ia tak begitu tertarik mengikuti kegiatan di luar bersama temannya, kecuali itu undangan resmi atau kegiatan banjar.

“Sayang aja waktunya dipakai main-main, mending saya belajar di rumah. Tapi kalau ada undangan resmi seperti pernikahan, atau madelokan (melayat), dan lainnya itu saya pasti datang,” papar pemuda asal Banjar Belaluan, Desa Singapadu Tengah, Sukawati, Gianyar ini. (*)

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved