Pesta Kesenian Bali
Penari Legong Semara Pegulingan Kerauhan di PKB
Diceritakan roh Raja Pandu dan Dewi Madri yang telah meninggal dunia masih belum bisa terbebas dari api kawah Candra Goh Muka.
Tayang:
Penulis: A.A. Gde Putu Wahyura | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Seorang penari legong kerauhan roh yang ditarikannya, Selasa (21/6/2016)
Sekaa inipun terdiri dari 30 penabuh dan 18 penari, dan membutuhkan waktu tiga bulan untuk latihan.
Satu di antara penari yakni, Ni Wayan Artha Kusumawati (17), berharap penghargaan kepada seniman tari terus digenjotkan.
Ia yang tamat nanti menjadi seniman tari berharap agar sekaa dan sanggar diberikan porsi dan penghargaan pementasan yang cukup banyak.
“Saya nanti tamat kokar pasti menjadi penari. Harapannya biar sanggar semua bisa diundang, boar aemua kelihatan. Penghargaan misalnya ikut lomba, biarpun hanya mengisi tetapi dapat pengalaman juga,” jelas siswi yang baru menamatkan diri dari SMKN 3 Sukawati ini. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/seorang-penari-legong-kerauhan_20160622_105659.jpg)