Begini Pantasnya Busana ke Pura untuk Pria dan Wanita

Sedangkan pada busana pria, ia menyarankan agar dalam menggunakan destar (udeng) tidak berbentuk songkok.

Penulis: A.A. Gde Putu Wahyura | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Dok Tribun Bali
Dua peragawati Kota Denpasar mempergakan busana ke pura. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Desainer Bali Tude Togog dan Cok Abi membagi tips untuk busana ke pura bagi remaja dan wanita dewasa.

Kedua desainer handal ini melihat busana yang dipakai para remaja maupun dewasa saat ini mengalami pergeseran.

Saat ini banyak busana ke pura yang semakin tidak memiliki nilai etika dan estetika yang baik.

Tips ini dibagikan Tude Togog dan Cok Abi dalam workshop Kewanitaan Materi Busana Adat Bali dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) 2016 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya, Denpasar, Minggu (3/7/2016).

Tips itu di antaranya menggunakan pusung gonjer untuk remaja dan pusung tagel untuk dewasa, rambut harus ditata rapi tidak boleh diurai, baju kebaya yang digunakan harus sebatas pergelangan tangan, kain brokat yang digunakan hendaknya memiliki motif rapat, menggunakan selendang dan bukan obi.

Untuk kain (kamen) harus ditata secara rapi dan menutupi kaki.

Sedangkan untuk alas kaki hendaknya menggunakan bahan yang nyaman, selain itu aksesoris dan make up atau rias wajah yang digunakan untuk ke pura juga tidak boleh berlebihan.

Sedangkan pada busana pria, ia menyarankan agar dalam menggunakan destar (udeng) tidak berbentuk songkok.

Menurutnya, udeng tersebut bisa diikat satu kali atau dua Kali sesuai dengan keinginan dan bentuk wajah.

"Sehingga pada saat pergi ke pura dan melakukan persembahyangan kita merasakan kenyamanan," ujar Tude Togog.

Ia berharap, dengan adanya acara workshop busana setiap tahun ini, dapat memberikan manfaat dan masukan yang positif bagi seluruh masyarakat Bali.

"Ini agar turut menjaga pakem dan filosofi busana Bali di tengah arus globalisasi dan trend mode yang berkembang saat ini," katanya.

Pada kesempatan tersebut juga menyampaikan materi busana pengantin modifikasi dan busana kantor.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ayu Pastika mengingatkan, agar busana pengantin Bali tetap berpegang pada pakem budaya Bali.

Ia tak menampik bahwa perkembangan mode dan inovasi tren busana dari para desainer di Bali tidak bisa dibendung.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved