Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Bakar Petulangan Pakai Pertamax, Tujuh Warga Tersambar Api Saat Ngaben di Klungkung Bali

Pihak desa sendiri mengaku tidak ada rencana melakukan upaya niskala atau melakukan matur piuning(mohon petunjuk) terkait insiden tersebut

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Wayan Jendra, satu di antara 7 warga yang mengalami luka bakar saat diberikan penanganan medis di RSUD Klungkung, Selasa (11/7/2016) 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA – Perbekel Desa Sampalan Wayan Mudiarta ketika dikonfirmasi menjelaskan, kejadian api yang menyambar 7 warga banjar Pakel, Desa Sampalan Tengah tersebut diawali dari kekeliruan warga membeli bahan bakar untuk menyalakan api.

Panitia pengabenan sebelumnya meminta warga untuk membeli bahan bakar minyak tanah untuk membakar petulangan.

Namun, ternyata warga justru membeli bahan bakar pertamax.

"Sebenarnya sempat terjadi kekeliruan. Warga diminta membeli minyak tanah, tapi ternyata yang dibeli pertamax. Karena ini api begitu cepatnya menyambar," ungkap Wayan Mudiarya ketika dihubungi melalui telepon, Selasa (12/7/2016).

Pihak desa sendiri mengaku tidak ada rencana melakukan upaya niskala atau melakukan matur piuning(mohon petunjuk) terkait insiden tersebut.

Pihaknya menganggap hal itu murni kekeliruan dari warga saat membeli bahan bakar.

Meskipun sempat terjadi insiden, Namun pengabenan masal di Banjar Pakel, Desa Sampalan Tengah ini tetap berjalan dengan sukses hingga selesai pukul 18.00 Wita.

I Made Jendra dan I Nyoman Subagi (60) warga Banjar Pakel, Desa Sampalan Tengah hanya berbaring lemas di UGD RSUD Klungkung.

Sesekali mereka merintih perih akibat luka bakar yang mereka alami.

Made Jendra mengalami luka bakar dengan persentase 4 % pada bagian tangan kanan. Sementara, Nyoman Subagi mengalami luka bakar pada bagian pundak kiri dengan persentase 2%.

Mereka merupakan dua dari tujuh korban insiden sambaran api saat pelaksanaan upacara Pitra Yadnya di Desa Sampalan Tengah, Dawan, Klungkung.

Selasa (12/7) merupakan puncak karya upacara Pitra Yadnya masal di Setra Kenanga, Banjar Pakel, Desa Sampalan Tengah, Desa Dawan, Klungkung.

Sekitar pukul 13.00 Wita, Ida Pedanda yang memimpin upacara pengabenan ini sudah selesai nyiratin tirtha (memercikan air suci).

Krama Banjar Pakel Sampalan bersiap untuk melakukan pembakaran 25 sawa (tulang).

Untuk mempercepat hidupnya api, seorang warga justru menuangkan bensin ke petulangan berupa bebean dengan besar 3 X 2,5 meter yang nantinya digunakan untuk membakar sawa (tulang).

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved