Melarat di Pulau Surga
Potret Keluarga Miskin di Bangli dan Karangasem, Tidur Berdesak-desakan dalam Gubuk Bambu
Santika, kepala keluarga, hanya mengandalkan hidup sebagai buruh tukang cangkul tanah kebun.
Kehidupan pasangan suami istri itu tak kalah memrihatinkan.
Hidup di bawah garis kemiskinan, keduanya harus tabah dan selalu bekerja keras untuk menghidupi kedua anaknya yang saat ini masih kecil-kecil.
Wayan Putu hanya bekerja sebagai buruh serabutan.
Penghasilannya hanya cukup untuk biaya makan.
Serupa dengan Santika, keluarga ini juga harus rela tidur berdesak-desakan dalam gubuk satu-satunya yang dimiliki.
Kepala Dusun Batu Kori, I Nyoman Sadra, yang mendampingi tim ke lokasi dan juga pihak keluarga sangat berharap agar pemerintah dapat memberikan bantuan bedah rumah, mengingat rumah yang ditempati Wayan Putu saat ini sangat tidak layak huni.
Untuk meringankan beban hidup dua keluarga ini, tim Humas menyerahkan bantuan berupa beras dan uang dari Gubernur Pastika.
Data yang diperoleh tim di lapangan selanjutnya akan dilaporkan dan dikoordinasikan dengan SKPD terkait untuk menentukan bantuan selanjutnya yang akan diberikan kepada kedua keluarga tersebut. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/potret-kemiskinan-di-bali_20160715_112553.jpg)