Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Warga Bali di Turki Tetap Waspada, 34 Jenderal Ditahan Pasca Kegagalan Kudeta

Ketika ketegangan masih berlangsung, komunikasi KBRI Ankara dengan warga Indonesia di Turki berlangsung intensif.

Dailymail
Hampir 3.000 anggota militer diringkus oleh kepolisian Turki karena terlibat dalam kudeta untuk menggulingkan pemerintah 

TRIBUN-BALI.COM, ISTANBUL –Kudeta oleh sekelompok anggota militer Turki yang berakhir dengan kegagalan pada Sabtu (16/7/2016) lalu, membuat warga Bali yang tinggal di negara itu merasa lega.

Kendati demikian, menurut seorang warga Bali di Istanbul, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Turki menghimbau Warga Negara Indonesia (WNI) di sana untuk tetap waspada dan menghindari tempat-tempat keramaian.

Dalam upaya penggulingan Presiden Turki yang gagal itu, setidaknya 265 orang tewas, yang hampir separuhnya adalah para tentara yang terlibat dalam aksi kudeta.

“Mulai Jumat (15/7/2016) malam hingga Sabtu (16/7/2016) situasi menegangkan. Saya sampai tidak bisa tidur. Saya dan beberapa mahasiswa Indonesia di Istanbul tak berani keluar asrama. Tapi hari ini (kemarin, red) situasi sudah berangsur membaik, dan ini melegakan,” kata Yudha EH, warga asal Desa Bungaya Kangin, Bebandem, Kabupaten Karangasem, saat berkomunikasi dengan Tribun Bali via WhatsApp, Minggu (17/7/2016) sore.

Yudha yang sedang menempuh pendidikan di tahun pertama di UICCI Istanbul dengan beasiswa, berharap ketegangan politik terkait kudeta segera berakhir, sehingga kehidupan benar-benar pulih seperti sedia kala.

Apalagi, diketahui bahwa markas kesatuan militer yang memberontak berbasis di Istanbul, yakni Korps ke-3 Angkatan Darat Turki.

Istanbul adalah kota terbesar dan merupakan pusat ekonomi dan kebudayaan Turki, kendati bukan ibukota negara.

Ibukota dan pusat pemerintahan Turki berada di Ankara.

“Sekarang memang sudah mendingan situasinya di Istanbul, tapi belum 100 persen kondusif,” ucap Yudha.

Ketika ketegangan masih berlangsung, komunikasi KBRI Ankara dengan warga Indonesia di Turki berlangsung intensif.

Website KBRI juga memuat saran dan informasi untuk WNI di Turki terkait perkembangan situasi.

Yudha tidak menyebutkan berapa jumlah warga Bali yang berada di Istanbul saat ini.

Namun, mengutip data Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Bali di Istanbul sekitar 150-an orang pada tahun 2015.

Mereka pada umumnya bekerja sebagai terapis spa di hotel, rumah spa dan fitness centre dengan gaji sekitar Rp 10 juta per bulan.

Sedangkan di seluruh Turki, jumlah TKI asal Bali diperkirakan mencapai 1.500-an orang

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved