Melarat di Pulau Surga

Putu Sri Manda Apriani Terlahir Tanpa Bola Mata, Begini Kisah Sedihnya!

Sejak lahir Putu Manda tidak memiliki bola mata dan belum pernah menjalani operasi.

Putu Sri Manda Apriani Terlahir Tanpa Bola Mata, Begini Kisah Sedihnya!
Humas Pemprov Bali
Putu Sri Manda Apriani saat ditemui bersama neneknya di Banjar Kaja Kangin, Kubutambahan, Buleleng, Bali, Selasa (19/7/2016). 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Kondisi Putu Sri Manda Apriani, bocah malang berumur 9 tahun, yang terlahir tanpa bola mata dan tinggal bersama seorang neneknya Luh Garbi (80), pada sebuah gubuk kecil dan reyot direspon cepat oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika yang secara khusus mengutus tim Humas Pemprov untuk menyerahkan bantuan sementara ke rumahnya di Banjar Kaja Kangin, Kubutambahan, Buleleng, Bali, Selasa (19/7/2016).

Pada saat ditemui, nenek Garbi atau yang akrab disapa Dong Garbi, mengatakan, cucunya tersebut masih memiliki kedua orangtua, namun ayahnya Ketut Subagia meninggalkan anaknya untuk bekerja di Denpasar begitu juga dengan Ibunya Komang Ayu Asrini.

"Mereka hanya pulang sesekali saja, jika ada upacara. Makanya saya yang mengurus anak pertamanya," ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, sejak lahir Putu Manda tidak memiliki bola mata dan belum pernah menjalani operasi.

Selama ini hanya pengobatan biasa saja yang dilakukan untuk meredakan rasa sakitnya yang sesekali muncul.

Keluarganya hanya pernah dijanjikan oleh salah satu komunitas dermawan dari Australia, yang berjanji akan memberikan bantuan operasi atau donor mata, pada Putu Manda, namun operasi tersebut baru dapat dilakukan ketika Putu Manda sudah dewasa nanti.

Ia mengakui, karena keterbatasan biaya maka sampai saat pihak keluarga belum dapat melakukan tindakan operasi apapun, terlebih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari Dong Garbi hanya mengandalkan penghasilan dari hasil pembuatan sapu lidi yang dijual ke tetangga sekitar rumah dan mengandalkan bantuan dari kerabat terdekat.

Ia berharap, kedepannya ada uluran tangan dari para dermawan maupun pemerintah untuk membantu menyembuhkan cucunya, agar dapat melihat indahnya dunia dan secercah sinar harapan dalam kehidupan Putu Manda.

Kelian Dusun Banjar Kaja Kangin Komang Sugiawan, mengucapkan terimakasih atas bantuan Gubernur Pastika tersebut.

Ia berharap, kedepannya Pemprov Bali juga dapat memberikan bantuan pengobatan untuk Putu Manda, baik berupa donor mata ataupun solusi pengobatan medis lainnya, agar Putu Manda dapat menikmati masa-masa indah remajanya nanti.

Selain itu ia juga mengungkapkan kondisi di dusunnya menyimpan 186 keluarga miskin.

Sampai saat ini, kata Sugiawan, pihaknya terus berupaya mengajukan proposal bedah rumah kepada Pemerintah Provinsi Bali mengurangi angka kemiskinan di Banjar Kaja Kangin.

Tim pada kesempatan itu menyalurkan bantuan sementara berupa uang tunai dan beras 50 kg guna meringankan beban kehidupan Dong Garbi dan Putu Manda sehari-hari.

Sedangkan untuk bantuan selanjutnya akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan SKPD terkait.

Gerakan responsif Pemprov Bali ini juga diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat mampu terhadap sesama yang membutuhkan. (*)

Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved