Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Eksekusi Mati Diiringi Hujan dan Petir, Keluarga Terpidana Mati Sudah Pasrah

Hujan deras disertai angin kencang dan dentuman petir bersahut-sahutan di angkasa.

kompas.com
Kondisi Pelabuhan Wijayapura tiba-tiba diguyur hujan deras disertai angin kencang menjelang pelaksanaan eksekusi mati Kamis (28/7/2016) tengah malam. 

Pengacara terpidana mati Zulfikar asal Pakistan, Saut Edward Rajagukguk, juga membenarkan informasi itu.  

"Eksekusi Jumat dini hari ini," ujar Saut Edward.

Pihak keluarga, kata Saut, diperbolehkan untuk menyeberang ke Nusakambangan, namun tidak diperkenankan membawa alat komunikasi.

Sedangkan Saut masih bersikukuh meminta eksekusi untuk Zulfiqar ditunda.

Hal itu disebabkan karena pada Kamis sore dia telah memasukkan permohonan permintaan grasi ke Sekretariat Negara.

"Sesuai dengan peraturan yang ada, seharusnya eksekusi untuk Zulfiqar ditunda dulu," ujar Saud. 

Zulfiqar dihukum mati terkait kepemilikan 300 gram heroin pada 2004.

Dia dipindah dari LP Cipinang ke LP Batu Nusakambangan pada 30 April 2016.

Persiapan akhir eksekusi mati terpantau sangat intens hingga Kamis petang.

Diawali kedatangan 17 ambulans yang diseberangkan ke Pulau Nusakambangan di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian. 

Mobil untuk jenazah itu menyeberang melalui dermaga Wijayapura.

Sebanyak 14 ambulans berisi peti jenazah, dan sisanya terlihat kosong.

Kedatangan mobil ambulans ini mengindikasikan eksekusi akan dilakukan beberapa jam kemudian. 

Tanda lainnya adalah masuknya rohaniwan dan keluarga ke pulau di seberang daratan Cilacap.  Jaksa Agung HM Prasetyo sebelumnya telah mengisayaratkan eksekusi mati akan dilaksanakan akhir pekan ini.

Regu tembak

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved