Eksekusi Mati Diiringi Hujan dan Petir, Keluarga Terpidana Mati Sudah Pasrah
Hujan deras disertai angin kencang dan dentuman petir bersahut-sahutan di angkasa.
Tanda kuat lainnya adalah kedatangan regu tembak dari Brimob Polda Jateng.
Mereka yang jumlahnya ratusan datang bergelombang sejak Kamis sore, menumpang delapan bus besar. Beberapa di antaranya menggunakan PO Sinar Jaya.
Prajurit Brimob itu tidak diturunkan di Dermaga Wijayapura, melainkan masuk Nusakambangan melalui Dermaga Khusus PT Holcim Indonesia. Kendaraan diseberangkan kapal feri Prima Jaya milik PT Holcim Indonesia.
Saat ditanya wartawan, salah seorang petugas keamanan di Dermaga Holcim mengatakan, delapan bus tersebut mengangkut regu tembak.
"Ya, regu tembak," katanya singkat.
Petunjuk lainnya adalah ketatnya penjagaan di sekitar Dermaga Wijayapura dan kehadiran 14 mobil Patwal Unit Patroli Jalan Raya Dirlantas Polda Jateng.
Kendaraan itu akan mengawal mobil ambulans pembawa jenazah ke lokasi pemakaman masing-masing.
Mobil pengawal diparkir di halaman Stasiun Pandu yang bersebelahan dengan Dermaga Wijayapura sejak Kamis pagi. .(Tribunnews/dnh/mim/hdr/ang/kps/ant)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/hujan-angin-di-nusakambangan_20160729_111719.jpg)